Hukum Puasa Ramadhan dan Ancaman Bagi yang Meninggalkannya (Materi #5)

Hukum Puasa Ramadhan dan Ancaman Bagi yang Meninggalkannya (Materi #5)

Hukum Puasa Ramadhan dan Ancaman Bagi yang Meninggalkannya (Materi #5)
Oleh : Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وبعد، إخوتي في الله عزني الله وإياكم

Saudara-saudaraku di grup kajian fiqih puasa Ramadhan, kita lanjutkan kembali pembahasan berikutnya yaitu menjelaskan hukum puasa romadhon dan ancaman bagi yang meninggalkan nya, karena kita akan mengupas hukum fiqih puasa ramadhan maka yang pertama kali kita harus pahami adalah hukum berpuasa di bulan Ramadan, berpuasa di bulan ramadhan adalah salah satu kewajiban yang Allah wajibkan bagi setiap muslim baligh berakal sehat dan mukim dan berpuasa termasuk rukun dari rukun rukun Islam siapa yang mengingkarinya maka ia jatuh dalam kekufuran dan ini ijma para ulama sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu qudamah, al imam nawawi, syaikul islam ibnu taimiyah, dalilnya sebagaimana firman Allah subhanahu Wa ta'ala Allah berfirman:

يا ايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

"Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa". (Surat al-baqarah ayat 183) dan juga firman yang lain:

فمن شهد منكم الشهر فليصمه

Barangsiapa di antara kalian yang menyaksikan atau yang mendapati bulan ramdhan, maka hendaklah ia berpuasa di bulan tersebut, ini berkaitan dengan hukum puasa Ramadan, kemudian berikutnya ancaman bagi yang meninggalkan puasa ramadhan, orang yang meninggalkan puasa ramadhan ada dua macam:

1. Yang pertama dia meninggalkan puasa romadhon karena mengingkari kewajibannya seseorang yang meninggalkan puasa ramadhan karena mengingkari kewajibannya maka dia kafir dan ini ijma' para ulama sebagaimana disebutkan oleh Al kasani dan wajib baginya bertobat kepada Allah dan mengqodho atau menggantikan puasanya, Al imam Adzdzahabi menjelaskan buruknya atau besarnya dosa tidak berpuasa, beliau mengatakan:

وعند المؤمن مقرر: أن من ترك صوم رمضان بلا مرض، أنه شر من الزنى ومدمن الخمر، بل يشكّون في إسلامه ويظنون به الزندقة، والانحلال" فقه السنة (1/322

Dan telah ditetapkan bagi setiap mukmin, bahwasanya yang meninggalkan puasa Ramadhan tanpa udzur syar'i seperti sakit, bahwasanya dosanya ini lebih besar, lebih buruk dari dosa zina dan lebih buruk lebih besar dari khomr, dari dosa minum khamr dan bahkan diragukan keislamannya dan ditakutkan dia termasuk orang zindiq orang munafik yang ada pada dirinya.

2. Kemudian yang kedua orang yang meninggalkan puasa ramadhan karena sengaja atau malas maka dia telah jatuh dalam dosa besar dan wajib baginya untuk mengqodho, menggantikan puasanya ini sebagaimana kesepakatan ulama mazhab yang empat.

Semoga bermanfaat

وصلى الله على نبينا محمد وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post