Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan 1 (Materi #2)

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan 1 (Materi #2)

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan 1 (Materi #2)
Oleh : Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وبعد
اخوتي في الله عزني الله واياكم

InsyaAllah, pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan di antara hikmah Allah subhanahu Wa ta'ala Allah memberikan kelebihan dan keistimewaan kepada sebagian hamba atas hamba-hamba yang lain dan juga berikan kelebihan dan keistimewaan pada sebagian tempat dan tidak diberikan pada tempat yang lain begitu juga Allah subhanahu Wa ta'ala memberikan kelebihan dan keistimewaan pada sebagian bulan-bulan dan tidak ada pada bulan yang lainnya dan diantara bulan yang Allah berikan kelebihan, fadhilah dan keistimewaan adalah bulan ramadhan diantara kelebihan dan keistimewaan bulan Ramadhan,yang pertama adalah Allah subhanahuwata'ala membukakan padanya pintu surga dan Allah tutup pintu neraka dan dibelenggu para syaithan ini sebagaimana hadits abu Hurairah radhiallahu'anhu Rasulullah bersabda:

إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِينُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِي مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنْ النَّارِ وَذَلكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

"Pada malam pertama bulan Ramadlan syetan-syetan dan jin-jin yang jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satupun pintu yang terbuka dan pintu-pintu surga dibuka, tidak ada satupun pintu yang tertutup, serta seorang penyeru menyeru, wahai yang mengharapkan kebaikan bersegeralah (kepada ketaatan), dan wahai yang mengharapkan keburukan/dan terus bermaksiat berhentilah, Allah memiliki hamba-hamba yang selamat dari api neraka pada setiap malam di bulan Ramadlan".(HR Termidzi).

Dan dalam riwayat yang lain, dari abu hurairah radhiahllahu'anhu, Rasulullah bersabda:

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

"Ramadhan telah datang kepada kalian, Allah wajibkan, Allah fardhukan atas kalian berpuasa padanya. Di bukakan padanya itu pintu-pintu langit, dan ditutup padanya pintu neraka Jahannam dan dibelenggu para syetan-syaithan yang membangkang. Demi Allah di bulan tersebut terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapat kebaikannya, maka sungguh ia tidak mendapatkannya."

Berkata Imam Nawawi rahimahullah menukil perkataan Qadhi Iyadh, dalam menjelaskan maksud dari hadist di atas, beliau mengatakan:

وأما قوله صلى الله عليه و سلم: ( فتحت أبواب الجنة وغلقت أبواب النار وصفدت الشياطين):
فقال القاضي عياض رحمه الله : يحتمل أنه على ظاهره وحقيقته وأن تفتيح أبواب الجنة وتغليق أبواب جهنم وتصفيد الشياطين علامة لدخول الشهر وتعظيم لحرمته ويكون التصفيد ليمتنعوا من إيذاء المؤمنين والتهويش عليهم

“Adapun maksud dari sabda Nabi `: “Dibukakan pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka jahannam dan dibelenggunya syaithon-syaithon”, sebagaimana yang dikatakan oleh Qodhi Iyadh, beliau berkata: munkin maksudnya seperti dzohir dan hakekat hadist tersebut, dan maksud bahwasanya dibukakan pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka dan dibelenggunya para syaithan sebagai tanda masuknya bulan ramadhan, dan bentuk pengagungan atas agungnya bulan ramadhan, dan dibelenggunya syaitan agar mereka tidak mampu leluasa mengganggu kaum mukminin dan merusak hubungan mereka”.

Kemudian Fadhila yang ke-2 adalah bahwasanya berumroh pada Bulan Ramadhan pahalanya seperti pahala orang yang berhaji, ini sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu Anhu Rasulullah wasallam bersabda:

فَإِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَاعْتَمِرِي فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

"Kalau bulan Ramadlan tiba, maka tunaikanlah umrah, sebab umrah di bulan Ramadlan menyamai ibadah haji."

Al-Imam Al Munawi berkata, menjelaskan maksud dari hadist di atas:
قوله صلى الله عليه وسلم: ( عمرة في رمضان تعدل حجة ) في الثواب لا أنها تقوم مقامها في إسقاط الفرض للإجماع على أن الاعتمار لا يجزى عن حج الفرض

“Sabda Rasulullah `: (berumrah di bulan ramadhan sebanding dengan berhaji), ini dalam ganjaran dan pahala, bukan maksudnya bisa menggantikan kedudukan ibadah haji, sehingga kewajiban haji baginya gugur, tidak! sebagaimana telah datang ijma’ bahwasanya berumrah dibulan ramadhan tidak bisa menggantikan kewajiban haji fardhu”, ini sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Attaisir bi syarhil jami’ ashashogir.

semoga bermanfaat.

وصلى الله على نبينا محمد وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post