Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan 3 (Materi #4)

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan 3 (Materi #4)

Keutamaan dan Keistimewaan Bulan Ramadhan 2 (Materi #3)
Oleh : Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وبعد، إخوتي في الله عزني الله وإياكم

Kita lanjutkan kembali, masih dalam pembahasan keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan. Fadilah yang ke-5 di bulan Ramadhan terdapat ibadah puasa atau disyariatkannya ibadah puasa dan juga shalat tarawih, dan 2 ibadah ini sangat besar ganjarannya dan fadilahnya. dalam hadits disebutkan:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". Dalam riwayat lain disebutkan:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barangsiapa menegakkan malam (qiyamullail) di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR Bukhari: 36)

Fadilah yang ke-6, keutamaan dan keistimewaan yang ke-6 terdapat padanya ibadah i'ktikaf yang mana nabi shallallahu alaihi wasallam selalu kontinyu dan menjaga ibadah ini semasa hidup beliau. Ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Aisyah radhiyallahu'anha, ini sebagaimana dalam hadisnya beliau menceritakan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

“Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya Beliau kemudian isteri-isteri Beliau beri'tikaf setelah kepergian Beliau” (HR Bukhari, No 1886)

Dalam hadits ini dijelaskan bahwasanya nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu menjaga i'tikafnya semasa hidupnya di bulan Ramadhan khususnya 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Al Imam Ashana'ani menjelaskan hukum i'tikaf dengan mengatakan:

فيه دليل على أن الاعتكاف سنة واظب عليها رسول الله صلى الله عليه وسلم وأزواجه من بعده

dalam hadis tersebut terdapat bahwasanya beritikaf adalah sunnah yang terus dirutinkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Dan istri-istri beliau setelahnya.

Kemudian Fadilah yang ke-7 bahwasanya nabi shallallahu alaihi wasallam menjadikan bulan ini bulan kedermawanan dan bulan mempelajari Alquran. Ini sebagaimana hadis Ibnu Abbas radhiallahu'anhu:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kedermawanan yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril alaihissalam datang menemui Beliau. Dan Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Apabila Jibril Alaihissalam datang menemui Beliau, maka Beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus" (HR Bukhari, No 1769)

Semoga bermanfaat.

وصلى الله على نبينا محمد وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post