Muqaddimah Kajian Fiqih Puasa Ramadhan (Materi #1)

Muqaddimah Kajian Fiqih Puasa Ramadhan (Materi #1)

Muqaddimah Kajian Fiqih Puasa Ramadhan (Materi #1) Oleh : Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحيم الرحيم
السلام عليكم ورحمه الله وبركاته ان الحمدلله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده اما بعد:
إخواني في الله عزني الله واياكم

Saudara-saudaraku rahimani wa rahimakumullah marhaban bikum selamat bergabung di program belajar Syariah semoga program ini menjadi wasilah menjadi perantara kita bisa memahami agama Islam ini dengan benar sesuai dengan apa yang dipahami oleh nabi kita shallallahu’alaihi wasallam dan para sahabatnya dan tidak diragukan lagi bahwasanya menuntut ilmu syar’i adalah kewajiban bagi setiap muslim Nabi shallallahu alaihi Wa sallam pernah bersabda:
طلب العلم فريضه على كل مسلم

“Menuntut ilmu syar'i adalah suatu kewajiban yang telah diwajibkan bagi setiap muslim”.

Dan dan ilmu yang wajib kita pelajari dan tuntutan yang pertama kali adalah ilmu-ilmu yang berkaitan dengan hak Allah subhanahu wa ta'ala yang berkaitan dengan masalah masalah aqidah kemudian setelah itu kita menuntut ilmu-ilmu yang berkaitan dengan ibadah kita sehari-hari, Salat kita tata cara wudhu kita puasa kita, cara menunaikan zakat tuntunan dalam berhaji dan lain sebagainya dari ibadah-ibadah yang kita butuhkan ilmunya, dan ini sebagaimana perkataan imam Ahmad bin hambal rahimahullah:

يجب ان يطلب من العلم ما يقوم به دينه قيل له مثلا اي شيء قال الذي لا يسعه جهله: صلاته وصيامه ونحو ذلك

“Wajib bagi setiap muslim menuntut ilmu, yang ilmu itu bisa menegakkan agamanya, dikatakan kepadanya seperti apa? Beliau berkata: Ilmu yang dia tidak boleh jahil padanya; Seperti ilmu tentang salatnya, hukum-hukum seputar puasa, dan semisal itu”.

Inilah ilmu yang dituntut bagi kita untuk mempelajarinya adapun ilmu ilmu yang jenisnya fardhu kifayah yang kewajibannya hanya untuk sebagian kelompok saja sebagian orang saja maka kita tidak diwajibkan menuntut nya akan tetapi diwajibkan bagi sebagian kelompok tidak diwajibkan bagi seluruh kaum muslimin.

Saudara saudaraku rahimani warahimakumullah yang pertama kali nasihat untuk saya pribadi dan saudaraku semuanya untuk memperbaiki niat dalam mengikuti program ini yaitu semata untuk menuntut ilmu syar'i dengan ikhlas lillahi ta'ala dan mutabaah yaitu, mengikuti jalannya para ulama dalam menuntut ilmu dan diantara bentuk keikhlasan seorang ia menuntut ilmu syar'i untuk mengangkat kebodohan yang ada pada dirinya sehingga dia bisa beribadah kepada Allah di atas ilmu dan menuntut ilmu syar'i adalah suatu ibadah yang mulia dan agung karena dengan menuntut ilmu syar'i dia bisa beribadah kepada Allah dengan tata cara yang benar, lebih-lebih kalau kita bisa mengajarkan orang lain, lebih-lebih kita bisa mengajarkan ilmu syar'i ini kepada keluarga kita.

Kemudian kita bersyukur kepada Allah subhanahu Wa ta'ala atas segala nikmat dan karunianya sehingga pada zaman ini kita dimudahkan untuk menuntut ilmu syar'i tidak seperti zaman dahulu, zaman sahabat mereka untuk mencari satu hadits saja mereka perlu Safar satu bulan sebagaimana yang dikisahkan dalam musnad imam Ahmad bahwasanya Jabir bin Abdillah Safar satu bulan untuk mencari satu hadist.

Adapun tema pembahasan kita kali ini, berkaitan dengan fiqih puasa romadhon karena bulan Ramadhan sudah di ambang pintu maka perlu sekali bagi bagi kita untuk mengupasnya dan kami pilih pendapat yang paling rojih atau kuat atau yang mendekatinya insyaAllah dari pendapat para ulama dan kami tidak menyebutkan panjang lebar dari perselisihan para ulama, adapun kerangka pembahasan fiqih yang kita akan bahas kita bagi menjadi dua bagian:

Bagian pertama seputar bulan Ramadan kita jelaskan padanya keutamaan bulan Ramadhan keistimewaannya kemudian kedua hukum berpuasa di bulan Ramadan karena kita membahas fiqih puasa maka perlu kita mengetahui hukumnya hukum berpuasa di bulan romadhon dan ancaman bagi yang meninggalkan nya kemudian yang berikutnya cara menetapkan masuk dan keluarnya bulan Ramadhan.

Pada bagian yang kedua berkaitan dengan tuntunan fiqih puasa seperti pengertian puasa macam-macamnya keutamaan keutamaan dan hikmah disyariatkannya baik itu keutamaan puasa secara umum maupun keutamaan puasa secara khusus yaitu puasa di bulan orang makan dan macam-macam puasa dan hikmah di syariatkan nya ibadah puasa kemudian berikutnya kita jelaskan hukum seputar puasa Ramadan baik itu rukun-rukun puasa syarat-syarat puasa sunah sunah puasa dan adab-adabnya dan apa saja yang dibolehkan bagi orang yang berpuasa dan apa saja yang membatalkan puasa setelah selesai dari pembahasan fiqih puasa ramadhan insya Allah kita akan lanjut pada pembahasan atau tema berikutnya ya mungkin kita akan ambil tema yang berkaitan dengan masalah akidah dan fikih dan hadis begitu juga tafsir semoga Allah subhanahu wa ta'ala selalu memberikan kita Taufik dalam menjalankan apa-apa yang diridhoi allah subhanahu wa ta'ala dan menjauhkan segala apa yang dimurkainya.

وصلى الله على نبينا محمد وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post