Pengertian Puasa dan Pembagiannya (Materi #8)

Pengertian Puasa dan Pembagiannya (Materi #8)

Pengertian Puasa dan Pembagiannya (Materi #8)
Oleh : Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وبعد، إخوتي في الله عزني الله وإياكم

Pada kesempatan kali ini kita masuk pada pembahasan pada bagian ke 2 yaitu : Tuntunan Fiqih Puasa

Pengertian Puasa.
Puasa menurut bahasa dan istilah atau syara’

Secara bahasa berarti berimsak yaitu artinya (menahan diri) menahan diri dari segala hal, dari segala kegiatan Sebagaimana yang disebut kan oleh al azhari:

الصَّومُ في اللغةِ: الإمساكُ عن الشَّيءِ والتَّركُ له

"Puasa menurut bahasa adalah menahan diri dari sesuatu dan meninggalkannya" Adapun makna menurut syara' maka puasa itu adalah:

التعبد لله سبحانه وتعالى بالإمساك عن الأكل والشرب وسائر المفطرات من طلوع الفجر إلى غروب الشمس

"Beribadah kepada Allah Azza wajalla dengan menahan diri dari makan dan minum dan segala pembatal pembatal puasa dari terbitnya fajar terbitnya fajar sodiq fajar ke2 sampai terbenamnya matahari"

Dan banyak lafadz²lain yang menjelaskan pengertian puasa menurut syara' diantaranya adalah:

إمساك مخصوص في وقت مخصوص من شخص مخصوص عن أشياء مخصوصة

"Menahan diri dari sesuatu yang khusus pada waktu khusus dari seseorang yang khusus dari hal-hal yang khusus" Ini pengertian puasa menurut syara' atau istilah.

Puasa memiliki 2 macam dilihat dari sisi di perintahkannya dan dilarangnya:

1. Puasa-puasa yang di perintahkan dan ini dibagi menjadi 2 bagian: a. puasa wajib b. puasa sunnah

a. Puasa Wajib Dibagi menjadi 2 macam:

- Ada yang wajib karena awal syareat telah mewajibkan ini tanpa sebab seperti puasa ramadhan Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abdul barr:

وأجمَعَ العُلَماءُ على أنْ لا فَرْضَ في الصَّومِ غَيرُ شَهرِ رَمضانَ

"Dan ulama ijma' bahwasanya tidak ada puasa yg wajib kecuali bulan Ramadhan."

- Kewajiban puasa di karenakan ada sebab yang dilakukan oleh orang yg berpuasa Seperti puasa Nazar, puasa kaffaroh karena sebab nya dia terjatuh kedalam pembatal puasa seperti jima', maka dia diwajibkan untuk menunaikan puasa kaffaaroh dan juga mengqadho puasa (mengqadha ini puasa wajib semua di karenakan ada sebab)

Kemudian jenis ke-2 dari puasa yang di perintahkan adalah:
b. Puasa sunnah Dan ini ada 2 macam:

- Puasa Tathawwu' (puasa Sunnah) yg mutlaq puasa yang datang anjuran nya tanpa ada ikatan waktu tertentu, maka puasa ini disunnahkan untuk dilakukan kapan saja selain waktu waktu yg dilarang. Dikatakan disunnahkan berpuasa pada setiap waktu kecuali waktu waktu yang dilarang.

- Puasa tathawwu'/puasa sunnah yg muqoyyad : puasa yang datang anjurannya pada Waktu-waktu tertentu seperti puasa 6 hari di bulan Syawal, puasa senin kamis, puasa hari 'arofah dll.

Semoga bermanfaat

وصلى الله على نبينا محمد وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

2/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

  1. Assalamualaikum, baarakallahu fiikum jami'an

    ReplyDelete
  2. Wa'alaikumussalam, wa fiikum barakallah

    ReplyDelete

Post a comment

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post