Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya ((Selalu merasakan Khasyah -rasa Takut- kepada Allah -jalla fil 'ula-) (Adab Menuntut Ilmu Syar’i #6 )

Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya 05

Adab Menuntut Ilmu Syar’i #6 
Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya 05 
(Selalu merasakan Khasyah -rasa Takut- kepada Allah -jalla fil 'ula-) 
Ustadz Ridwan Febrianto, Lc 

بسم الله والحمد لله والصلاه والسلام على المبعوث رحمه للعالمين وعلى اله وصحبه اما بعد
Kita melanjutkan kembali apa yang sudah kita jelaskan kemarin yaitu tentang adab-adab yang wajib dimiliki oleh para penuntut ilmu. Kemarin kita sudah jelaskan adab yang kedua yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu yaitu menghiasi dirinya dengan ittiba', menghiasi dirinya dengan menjadikan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sebagai qudwah hidupnya, sebagai patokan hidupnya, sebagai panutan dalam dia bersikap dan dalam dia beraqidah. Begitu pula dia juga mengambil para sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ridhwanullahu alaihim sebagai panutan setelah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Kenapa demikian? Karena merekalah murid-murid langsung Rasulullah shalallahu alaihi wa Sallam. Lalu kemudian dia jadikan para Tabi'in sebagai panutan juga dan itu setelah para sahabat ridhwanullahu alaihim. 

Lalu kemudian sekarang insyaAllah kita akan menjelaskan tentang adab yang ketiga yang wajib dimiliki oleh para penuntut ilmu. Apa itu? Adab yang ketiga adalah Mulazamatu khasyatillahi ta'ala. Mulazamatu khasyatillahi ta'ala artinya adalah kita senantiasa merasakan rasa takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Seorang penuntut ilmu sudah sewajarnya memiliki rasa takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Kenapa demikian? Karena seorang penuntut ilmu yang dia pelajari adalah qaalallah wa qaalarrasul, yang dia pelajari adalah firman Allah dan yang dia pelajari adalah sabda Rasulullahi shalallahu alaihi wa sallam. Seorang mukmin ketika ia mempelajari firman Allah jalla jalaaluh, misalkan ketika dia sampai ke ayat yang bunyinya 
إ
ِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِینَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِیَتۡ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِیمَـٰنࣰا
"Sesungguhnya orang mukmin itu orang-orang yang ketika disebutkan Allah disebutkan, ayat-ayat Allah hati mereka bergetar (Hati mereka merasakan rasa takut) Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan mereka ,semakin bertambah Iman seorang mukmin tersebut." (QS Al-Anfal ayat 2) 

Kemudian ketika seorang mukmin membaca sabda-sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pun demikian, hatinya pun semakin merasa takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Misalkan dia membaca sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tentang sikap seorang mukmin terhadap dosa yang dilakukan. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu Anhu bahwasanya Beliau berkata 
إن المؤمنَ يرى ذنوبَه كأنه قاعدٌ تحت جبلٍ يخاف أن يقعَ عليه
"Seorang mukmin itu ketika ia melihat dosanya (bagaimana pandangan seorang mukmin terhadap dosa yang dilakukan) adalah seperti dia duduk di bawah sebuah gunung yang sangat besar kemudian dia takut gunung tersebut akan menimpa di atasnya." 

Artinya dia takut atas azab Allah dia melakukan suatu dosa yang mungkin dosa itu dipandang oleh orang-orang sebagai dosa yang kecil tapi ketika dia lakukan, orang mukmin memiliki rasa takut yang berlebihan. Takut mungkin dia pandang dosa itu kecil tapi disisi Allah itu amatlah besar. Maka seorang mukmin wajib memiliki rasa takut. Kemudian Rasulullah shalallahu alayhi wa sallam melanjutkan sabdanya 
إن الفاجرَ يرى ذنوبَه كذُبابٍ مرَّ على أنفِه، فقال به هكذا
"Adapun seorang yang faajir (seorang yang hobi berbuat dosa) dia melihat dosanya itu sama seperti lalat yang lewat di depan hidungnya." 

Lalat lewat depan hidung adalah perkara yang sangat kecil, seperti itulah seorang yang terbiasa melakukan dosa melihat dosa yang dia lakukan. Dan ketika kita membaca hadis-hadis atau firman-firman Allah Subhanahu wa ta'ala, kita sebagai penuntut ilmu yang keseharian kita disibukkan dengan membaca firman Allah dan hadis-hadis Rasulullah, maka wajar kita menjadi takut kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Mungkin itu yang bisa kita jelaskan dari adab yang ketiga ini 

والله تعالى أعلم


Soal Evauasi: Makna Mulazamatu khasyatillahi ta'ala adalah !

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post