Beragam Penamaan/Isthilah Aqidah #3 (Aqidah #4)

Beragam Penamaan/Isthilah Aqidah #3

Program Belajar Syariah ke 1
Aqidah #4
Beragam Penamaan/Isthilah Aqidah #3
Ustadz Zainul Arifin, Lc

Bismillah
Alhamdulillahi robbil 'alamiin wassalatu wassalamu ala rasulihil amin Nabiyinna muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabi'ahum biihsanin ila Yaumiddin wab'du

Ini adalah rekaman yang keempat dari pembahasan Aqidah dan pada rekaman yang keempat ini kita akan mengambil bagian yang terakhir dari pembahasan tentang nama-nama lain dari Aqidah karena pada 2 rekaman sebelumnya kita telah membicarakan 4 nama lain dari aqidah. Yang pertama at-Tauhid, yang kedua as-Sunnah, yang ketiga Ushuluddin dan yang keempat al-Fiqhul Akbar.
Adapun yang kelima, diantara nama lain dari aqidah, yang kelima adalah al-Iman. Menamakan aqidah dengan nama al-Iman adalah satu hal yang wajar, mengingat bahwa definisi aqidah yang benar menurut istilah adalah keimanan yang kuat kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan apa yang menjadi haknya berupa tauhid, juga keimanan yang kuat kepada para malaikat, kepada kitab-kitab, kepada para Rasul, kepada hari akhir, dan kepada takdir yang baik dan yang buruk, serta keimanan yang kuat kepada setiap perkara yang menjadi perkara pokok dalam agama, baik yang bersifat ilmiah dan yang bersifat amaliyah. Kalau kita melihat definisi tersebut, kita akan jumpai ternyata dalam definisi itu disebutkan rukun iman yang enam, iman kepada Allah, kepada para malaikat, kepada kitab-kitab, kepada Rasul, kepada hari akhir, dan kepada takdir. Oleh karena itu sekali lagi saya katakan, menamakan aqidah dengan nama al-Iman adalah suatu hal yang sangat wajar. Dan banyak para ulama yang menulis kitab-kitab Aqidah dengan judul al-Iman, seperti al-Imam Ibnu Abi Syaibah, memiliki Kitabul Iman. Al-Imam Ibnul Mandah juga memiliki kitab dengan judul Kitabul Iman. Al-Imam Abu Ubaid al-Qasim bin Sallam juga memiliki Kitabul Iman. Syaikul Islam Ibnu Taimiyah memiliki Kitabul Iman, dan ulama-ulama yang lain. Nah ini dia nama yang kelima dari nama-nama Aqidah yaitu al-Iman.

Kemudian yang keenam, dan ini yang terakhir, adalah asy-Syari'ah. Jadi para ulama terkadang menyebut aqidah dengan nama asy-Syari'ah. Mengapa Aqidah dinamakan dengan asy-Syari'ah?. Karena yang dimaksud dengan asy-Syari'ah itu adalah ahkamullahi tabaraka wa ta'ala (hukum-hukum yang Allah Turunkan). Ketika disebutkan kata syari'at maka maksudnya adalah hukum-hukum yang Allah Turunkan, itulah yang dimaksud dengan syariat. Dan tentunya tidak ada hukum yang terbesar daripada hukum aqidah, yang berkaitan dengan Allah subhanahu wa ta'ala, dan yang berkaitan dengan pokok-pokok agama, itu adalah hukum yang terbesar di dalam agama. Karenanya sebagian ulama, mereka menamakan aqidah dengan nama asy-Syari'ah, karena aqidah adalah hukum terbesar yang Allah Turunkan. Diantara ulama yang menulis kitad aqidah dengan judul asy-Syari'ah adalah al-Iman al-Ajurri rahimahullahu ta'ala. Namun perlu diketahui, penamaan aqidah dengan nama asy-Syari'ah ini adalah penamaan yang sangat jarang, hanya saja diridhoi dan disetujui oleh para ulama. Namun dia jarang, tidak sebagaimana menamakan aqidah dengan nama at-Tauhid, Dengan nama as-Sunnah, dengan nama Ushuluddin, dengan nama al-Fiqhul Akbar atau dengan nama al-Iman, kalau ini sering kita jumpai. Namun menamakan aqidah dengan nama asy-Syari'ah, ini adalah syaiun naadir (sesuatu yang jarang), hanya saja diridhoi dan disetujui oleh para ulama.

Itulah dia beberapa nama dari nama-nama Aqidah, disebutkan oleh para ulama kita. Mudah-mudahan bermanfaat, saya cukupkan sampai di sini .

Wa Allahu ta'ala wa Allahu 'alam

NB:Dilarang mengubah isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post