Kabilah Nabi Shallallahu’alaihi wasallam (Siroh Nabawiyyah #4)

Kabilah Nabi Shallallahu’alaihi wasallam

Siroh Nabawiyyah #4
Kabilah Nabi Shallallahu’alaihi wasallam 
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I

بسم الله الرحمن الرحيم والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وبعد
Pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang qabilah Nabi shalallahu alayhi wasallam. Qabilah beliau adalah qabilah Quraisy, yang diakui memiliki kemuliaan dan kedudukan yang tinggi dan juga kesucian tempat domisili, diakui oleh seluruh bangsa Arab dan Quraisy sendiri merupakan julukan dari seseorang yang bernama Fihr ibn Malik atau an-Nadhar ibn Kinanah. Dan para tokoh qabilah ini, yaitu qabilah Quraisy adalah pemimpin-pemimpin yang dihormati pada zamannya dan diantaranya bernama Qushay. Dan Qushay ini adalah kakek beliau shalallahu alayhi wasallam urutan keempat, asli namanya Zaid, memiliki banyak keistimewaan. 

Diantara keutamaan dan keistimewaan Qushay, yang pertama adalah dialah orang pertama dari kalangan qabilah Quraisy yang mengurus Ka'bah, sehingga pengurusan Ka'bah diserahkan kepadanya, dengan kata lain ia pemegang kunci Ka'bah, ia yang membuka Ka'bah untuk siapa saja yang ia kehendaki dan kapan saja ia mau. 

Kemudian keutamaan yang berikutnya, yang kedua ,dialah yang menempatkan Quraisy di lembah Makkah yang sebelumnya mereka tinggal di pinggiran Makkah, terpencar dari sejumlah qabilah-qabilah lainnya. 

Dan juga keistimewaan yang ketiga dialah yang membentuk atau yang mengadakan dirosiqayah , as-Siqayah, dan ar-Rifadah yaitu air tawar yang terbuat dari rendaman kurma atau madu atau anggur kering dan semacamnya. Air ini ditempatkan di tempat penampungan air, diminum para jama'ah haji, yang dimanfaatkan oleh para jama'ah haji. Dan Rifadah adalah makanan yang dibuat untuk jama'ah haji di musim haji. Jadi, Qushay ini menyiapkan untuk jama'ah haji minuman dan makanan secara gratis. Orang-orang yang datang haji dari luar Makkah mengambil minuman dan makanan ini secara gratis. Dan ini adalah bentuk kedermawanan dan kebaikan dari Qushay. 

Selanjutnya yang keempat, Qushay membangun sebuah rumah atau tempat pertemuan di Utara Ka'bah yang dikenal dengan nama Darun Nadwah. Dan ini kaum Quraisy mengadakan permusyawaratan sekaligus pusat pergerakan sosial mereka, setiap ada acara besar, ada pernikahan, ataupun yang lainnya, pasti disenggelarakan di tempat ini. 

Kemudian berikutnya yang kelima, Qushay memegang Panji perang kepemimpinan, sehingga peperangan tidak akan dilakukan atau diadakan kecuali dengan persetujuan Qushay, dan panji perang tidak diserahkan kepada siapapun tanpa melalui tangannya. 

Ia adalah sosok yang dermawan, cendikia ,dan kata-katanya didengar di tengah-tengah kaumnya. 
Semoga bermanfaat 

NB:Dilarang mengubah isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post