Keluarga Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam (Kakek Beliau Abdul Mutholib) (Siroh Nabawiyyah #5)

Keluarga Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam (Kakek Beliau Abdul Mutholib)

Siroh Nabawiyyah #5
Keluarga Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam (Kakek Beliau Abdul Mutholib) 
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وبعد
Kita lanjutkan kembali Pembahasan tentang siroh nabawiyyah, masih dalam pembahasan keluarga Nabi shallallahu’alaihi wasallam, sekarang kita masuk ke dalam pembahasan tentang Abdul Muthtolib. 

Abdul Mutholib adalah orang yang sangat tampan, gagah, dan tinggi derajatnya, ia memiliki kemuliaan yang tidak dimiliki orang lain pada zamannya. Dialah penguasa Quraisy pemilik Qafilah Makkah, yang terhormat, di taati, dan dermawan. Karena kedermawanan dan kemurahan hatinya, Abdul Mutholib di juluki dengan ‘Al-Fayyadh’ Ia biasa memberi hidangan untuk orang orang miskin, binatang binatang liar, dan burung burung. Karenya ia dijuluki dengan ‘Pemberi makan manusia di gurun’ dan ‘Pemberi makan binatang liar serta burung burung dipuncak gunung’. Abdul Mutholib adalah orang yang mendapatkan kemuliaan untuk menggali kembali sumur zam-zam yang telah ditimbun oleh suku Jurhum, ketika mereka meninggalkan Kota Makkah. Yang mana suku jurhum ini, suku Qabilahnya Nabi Ismail alaihissalam, pada waktu itu terjadi peperangan antara suku jurhum dengan suku lainnya, sehingga suku jurhum kalah saat itu, maka suku jurhum harus meninggalkan kota makkah, dan suku yang menang tinggal di kota makkah, sehingga suku jurhum menguburkan sumur zamzam, agar suku yang datang dan tinggal setelah mereka, tidak bisa memanfaatkan sumur zam-zam, Allah shubhanahu Wata’ala memerintahkan Abdul Muthtolib Melalui mimpinya, ia diperintahkan untuk menggali kembali sumur zam-zam, dan di beritahukan dalam mimpinya letak sumur tersebut. 

Pada zaman itu, terjadi peristiwa serangan tentara gajah. Abrahah Al-Asyram datang dari Yaman dengan 60.000 tentara Habasyah. Abrahah juga membawa beberapa pasukan gajah untuk menghancurkan Ka’bah. Ketika Abrahah dan tentaranya sampai di Wadi Muhassir, tempat ini yang mana jika seseorang melewati tempat ini, maka disunnahkan untuk bersegera dalam berjalan, mempercepat jalannya, karena tempat ini Allah shubhanahu wata’ala membunuh dan menghancurkan abrahah dan bala tentaranya, ketika abrahah bersiap untuk menyerang Makkah, Allah mengirimkan mereka burung Ababil yang melemparkan kepada mereka batu dari neraka sijjil, menjadikan mereka seperti daun yang dimakan ulat. Peristiwa ini terjadi sekitar dua bulan sebelum kelahiran Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. 

Soal Evauasi: Kenapa Abdul Mutholib di juluki dengan nama Al Fayyadh?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post