Macam-Macam Al Ahkam Asy Syar’yyah (Hukum-Hukum Syar’i) 02 (Ushul Fiqih #6)

Macam-Macam Al Ahkam Asy Syar’yyah (Hukum-Hukum Syar’i) 02

Ushul Fiqih #6 
Macam-Macam Al Ahkam Asy Syar’yyah (Hukum-Hukum Syar’i) 02 
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I 

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد الله و الصلاة و السلام على رسول الله و على اله و اصحابه و من تبعه بإحسن الى يوم الدين، امّا بعد
Pada pertemuan yang lalu sudah kita jelaskan makna dari hukum menurut bahasa, istilah, dan juga makna dari hukum syariat. Maka jelaslah bagi kita bahwa sannya hukum syar'i (al-hukmu syar'i) atau hukum syariat dibagi menjadi dua macam, yang pertama Hukmun Taklifiyun dan yang kedua hukum Wadh'i. Apa itu hukum taklifi? Sudah kita jelaskan dengan singkat pada pertemuan yang lalu dan kita jelaskan lagi. Al-Ahkam at-Taklifiyah adalah 

خطاب الله تعالى المتعلق بأفعال المكلفين، بلاقتضاء والتخيير.
"seruan Allah subhanahu wa ta'ala yang berkaitan dengan perbuatan-perbuatan orang-orang yang terbebani syariat yaitu kaum muslimin, baik itu sesuatu yang diperintahkan untuk dikerjakan atau diperintahkan untuk ditinggalkan. Masuk padanya al-Wajib (wajib), Mandu' (sunnah), Haram (haram), Makruh (yang dimakruhkan) atau at-Takhyir (yang diberikan pilihan boleh bagi dia untuk mengerjakan dan boleh tidak Dan ini dinamakan Mubah). 

Kemudian macam yang kedua al-Ahkam al-Wadh'iyyah yaitu 
خطاب الله تعالى المتعلق بأفعال المكلفين بالوضعي
seruan Allah subhanahu wa ta'ala yang berkaitan dengan perbuatan orang yang terbebani syariat tapi jenisnya seruan ini peletakan. 

Apa maksudnya peletakan? Yang mana syariat ini meletakkan perkara-perkara seperti sebab-sebab, syarat-syarat, penghalang-penghalang yang diketahui dengan adanya ini semua, diketahui hukum-hukum syariat. Maka hukum-hukum syariat akan terlihat dan ada dengan perantara sarana-sarana ini. Contohnya hukum Wadh'i, ketika matahari dalam posisi telah tergelincir atau condong ke arah barat, maka diwajibkan padanya salat dzuhur dan ini sebagai sebab wajibnya salat dzuhur. Dan jika ada sebab maka ada hukum. Juga dalam masalah zakat contohnya, ketika nisob zakat sudah sampai (sudah terpenuhi), maka wajib bagi seseorang untuk menunaikan zakatnya, maka terpenuhinya nisob ini atau sampai takaran harta seseorang sebagai sebab wajibnya dia menunaikan zakat. Ada sebab muncul hukum, seperti itu dan lain sebagainya dari contoh-contoh yang akan kita bahas pada pertemuan berikutnya insya Allah pada pertemuan pembahasan al-Ahkam al-Wadh'iyyah. 

Soal Evaluasi: Sebutkan contoh Al Ahkam Al Wadhiyyah! 

Semoga bisa dipahami wa shallallahu alaihi Nabi Muhammad waakhiru dakwana Anil hamdulillahi rabbil alamin 

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post