Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya (Senantiasa Merasakan Pengawasan Allah) Adab Menuntut Ilmu Syar’i #9

Senantiasa Merasakan Pengawasan Allah

Program Belajar Syariah Ke 1
Adab Menuntut Ilmu Syar’i #9
Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya
(Senantiasa Merasakan Pengawasan Allah)
Ustadz Ridwan Febrianto, Lc


الحمد لله وكفا والصلاة والسلام على نبي الذي نسطفا وعلى آله وأصحبه ومن هتدى أما بعد
Kali ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang adab yg ke 4 : senantiasa merasakan pengawasan dari Allah subhanallahu wa ta'ala 

Seorang muslim terlebih lagi penuntut ilmu Iya seharusnya selalu merasa diawasi oleh Allah subhanahu wa ta'ala karena dia memiliki ilmu, karena dia tahu Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa Mengazab bagi hambanya yang melakukan dosa-dosa dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa mengawasi para hamba-nya meskipun dalam kondisi terang maupun dalam kondisi yang tersembunyi 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: 
Seorang muslim hendaklah dia beribadah kepada Allah seakan-akan dia diawasi oleh Allah subhanahu wa ta'ala dan kalau dia tidak merasa diawasi oleh Allah maka ketahuilah pasti Allah melihatnya Jadi tidak mungkin dia tidak diawasi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

Kemudian sabda rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang lainnya berkenaan tentang selalu merasa diawasi. 

Di Dalam Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Hadits Qudsi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Hadits Qudsi ini 

دوام المراقبة /
-
وقال النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَا أَجْمَعُ عَلَى عَبْدِي خَوْفَيْنِ، وَلَا أَجْمَعُ لَهُ أَمْنَيْنِ، إِذَا أَمِنَنِي فِي الدُّنْيَا أَخَفْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِذَا خَافَنِي فِي الدُّنْيَا أَمَّنْتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dan demi kemuliaan ku aku tidak mengumpulkan dalam diri hambaku dua ketakutan, dan aku pun tidak mengumpulkan dalam diri hambaku dua keamanan, apabila seorang mukmin apabila hamba tersebut merasa aman kepadaku aman tenang terhadap azab saatnya melakukan maksiat di dunia maka aku pun akan membuatnya takut saat hari kiamat, dan apabila hambaku merasa takut merasakan ketakutan kepadaku semasa dia di dunia maka aku akan membuatnya aman saat dia di hari kiamat 

Dan kita ketika kita tahu saat belajar Hadits yang hubungannya dengan rasa takut hadis hadis yang berhubungan tentang keutamaan muraqabah selalu merasa diawasi Allah Subhanahu Wa Ta'ala pasti kita akan menjaga hal ini pasti kita akan takut pasti kita akan selalu merasa diawasi oleh Allah subhanahu wa ta'ala. 

Kemudian kemarin kita telah menjelaskan bahwasanya seorang mukmin itu dia ibarat seekor burung yang memiliki 2 sayap. 

Seorang mukmin senantiasa beribadah antara khouf dan roja' senantiasa membarengi ibadahnya dengan rasa takut dan dengan rasa mengharap kepada pahala Allah kepada ridho Allah 

Dan beberapa ulama mencoba menterjemahkan bagaimana kita mengumpulkan dua hal ini dalam diri kita dalam ibadah kita. 

ulama mengatakan : Apabila kita ingin melakukan ketaatan kita ingin melakukan sesuatu ibadah maka lakukanlah dengan penuh harap kamu tinggikan harapanmu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala turunkan sedikit rasa takutmu kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala 

Kalau seperti ini pasti diri kita akan dipenuhi dengan energi positif kita akan senantiasa merasakan ibadah kita akan diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala yang tentunya kita tidak melupakan yang namanya khouf dalam kehidupan kita dalam diri kita dalam ibadah kita 

Kita mengharap kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan ini yang harus kita tinggikan, di sisi lain kita pun merasa apakah amal ibadah kita di terima oleh Allah atau tidak ada rasa takut dalam ketaatan lebih sedikit kita sedikitkan dibandingkan dengan rasa harap kita kepada Allah 

Kemudian kalo kita ingin melakukan maksiat kata para Ulama: 
Maka tinggikan rasa takut kita kepada Allah dengan begitu sedikit kemungkinan kita akan melakukan kemaksiatan kepada Allah. Karena saat melakukan maksiat langsung kita merasa takut terhadap adzab Allah, rasa takut dan kemurkaan Allah , tentu nya kita menghiasi diri kita dengan roja' ada rasa harap meskipun kita ingin melakukan maksiat kita pun menimbulkan rasa harap kepada Allah, mengharap dengan meninggalkan maksiat Allah akan ridho kepada kita, tapi yg lebih tinggi adalah rasa takut yaitu disaat ingin melakukan maksiat. Itu perkataan Ulama 

Ulama yg lain mengatakan: kalo kita dalam kondisi sakit maka tinggikan rasa harap kita kepada Allah yg mana dengan rasa harap tersebut kita tidak akan mungkin merasa putus asa terhada kasih sayang Allah, kita akan merasakan Optimisme dan itu yg dibutuhkan ketika kita sakit. 

Kemudian kalo kita sehat maka tinggikan rasa takut kita kepada Allah subhanallah wa ta'ala karena Umumnya orang melakukan banyak maksiat disaat dia sehat bukan saat dia sakit dan ini yg harus kita tanamkan dalam diri kita kita terbang kemanapun diringi dengan 2 sayap antara takut dan harap, kita ibadah antara rasa takut dan roja' dengan seperti ini akan senantiasa merasa Allah subhanallah wa ta'ala, kita akan menghasilkan yang namanya Istiqomah dalam beragama kontinyu dalam beragama tidak putus dalam ketaatan, kita senantiasa menjaga diri kita dalam taqwa dan semoga kita diberikan Hidayah oleh Allah subhanallah wa ta'ala dalam setiap amalan kita dan kita diberikan yg namanya istiqomah dalam beragama dan diberikan ke tetapan dalam mengerjakan suatu hal 

Baarakallahu fikum 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Soal Evauasi: Ulama yg lain mengatakan: kalo kita dalam kondisi sakit maka tinggikan rasa....?, kenapa?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post