Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya 05 (Adab Menuntut Ilmu Syar’i #10)

Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya 05

Program Belajar Syariah Ke 1
Adab Menuntut Ilmu Syar’i #10
Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya 05
(Tawadhu' dan Tidak Sombong)
Ustadz Ridwan Febrianto, Lc


Bismillah Alhamdulillah washolatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wa shahbihi wa man walah amma ba'du. 

Ikhwani fillah Waiyyakum rohimani warohimahullah In syaa Allah kita akan melanjutkan kembali silsilah atau rentetan pelajaran kita tentang adab seorang penuntut ilmu terhadap dirinya sendiri kemarin kita sudah membahas tentang adab 

ke-9 yaitu wajib bagi seorang penuntut ilmu untuk terus mau muraqabah dirinya terus merasakan muraqabatullah terhadap dirinya terus merasa diawasi oleh Allah Jalla fil'ula yang mana ketika dia berhasil merasakan hal tersebut berhasil merasa terus diawasi oleh Allah subhanahu wa ta'ala maka dia akan bisa mendapatkan yang namanya Istiqomah bisa mendapatkan yang namanya istiqomah dalam ketaatan kepada Allah. 

Insya Allah hari ini kita akan melanjutkan. 
ke bab 10 yang mana judul dari bab ke-10 adalah yang artinya adalah tawadu' dan meninggalkan sifat sombong. 

Ikhwani fillah A'azzaniyallahu waiyyaakum 
Kata tawadhu adalah lawan kata dari kata sombong orang yang sombong dia tidak tawadhu' dan sebaliknya orang yang tawadhu' dia tidak sombong. 

Kita berbicara tentang tawadhu' lebih dulu 
Yg mana tawadhu' itu artinya rendah diri rendah diri dan tidak meninggikan diri dihadapan orang lain. 

Tawadhu' ini terbagi menjadi 2: 
1. Tawadhu' lil haq : rendah diri dihadapan kebenaran, maksudnya adalah seorang muslim seorang penuntut Ilmu ketika datang kepada nya kebenaran maka wajib bagi dia untuk menerima kebenaran itu dan tidak sombong tidak menolak kebenaran ,meskipun kebenaran tadi datang dari orang yg mungkin derajatnya lebih rendah dari kita, yang mungkin kedudukannya lebih bawah dibandingkan kita, wajib bagi kita untuk tawadhu' Kepada kebenaran. 

2. Tawadhu' lil kholq : 
Tawadhu' artinya adlah rendah diri kepada orang lain, kepada seluruh makhluk, maksudnya adalah kita tidak berbangga diri dihadapan Orang lain, tidak menyombongkan diri dihadapan orang lain, dan tidak merasa tinggi, tidak merasa lebih dibandingkan orang lain itu yang dimaksud dari attawadhu' lil kholq. 

Kemudian tentang kesombongan kesombongan ini kata Rasullulah shallallahu Alaihi wasallam adalah: 
بطر الحق وغمط الناس
Arti kesombongan adalah 
1. بطر الحق
Menolak kebenaran. 
2. وغمط الناس
Meremehkan orang lain. 
Artinya ketika datang kepadanya kebeneran dia tolak kebenaran tersebut, kemudian dia pilih hawa nafsunya, dia tolak kebeneran dia pilih kebatilan dan itu adalah kesombongan. 

Kemudian kesombongan juga dengan cara meremehkan orang lain disekitarnya meremehkan orang yang lebih rendah kedudukannya dibandingkan dia, atau Istinkaf menolak ketika seorang memberikan kepadanya Ilmu orang tersebut lebih rendah kedudukannya dibandingkan dia kemudian dia tolak merasa dirinya yg paling bener. 

Ada ungkapan syair yg mengatakan: 
العلم حربٌ للفتى المتعالي
كالسيل حرب للمكان العالي
Ilmu itu adalah musuh bagi pemuda yang sombong sebagai mana selayaknya air yang menjadi musuh bagi tempat yang tinggi dan kesombongan diancam oleh Allah subhanallah wataala dalam banyak Firman nya dan termasuk diantaranya hadist Qudsi Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: 
" العز إزاره والكبرياء رداؤه فمن ينازعني عذبته " .
Kemuliaan adalah selendang Allah sedangkan kesombongan adalah sarungnya Allah Siapa yang berani mencopot salah satu dari 2 ini maka aku akan mengazab orang tadi. 

Hukuman bagi orang sombong adalah datangnya azab Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena itu kita wajib Waspada terhadap sifat sombong tadi 

Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman: 
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Dan janganlah kamu aja lagi atas muka bumi jalan-jalan yang sombong sungguh engkau manusia yang tidak akan mungkin bisa melubangi bumi dan tidak mungkin bisa mencapai tingginya gunung. 

Kita harus ingat bahwasanya kita sebagai manusia Betapapun besar kedudukan kita tingginya kedudukan kita banyaknya harta kita, kita tetap manusia tidak mungkin bisa melubangi bumi membuat bekas telapak kaki kita ketika kita berjalan di atas muka bumi, tidak mungkin karena kita manusia lemah dan kesombongan kita ilmu kita harta kita tidak akan mungkin sampai ketinggian gunung, Artinya kita mesti ingat kita adalah makhluk yang lemah, kalau kita ingat kita akan diberikan sifat tawadhu 

Perkataan syair mengatakan: 
ولَا تَمْشِ فَوقَ الأَرضِ إلاّ متوَاضِعاً * فَكَم تَحْتَها قَومٌ هُم منكَ أرفَعُ
Dan janganlah engkau berjalan di atas muka bumi kecuali dengan cara jalan yang rendah diri rendah hati Berapa banyak mayat mayat Berapa banyak jenazah jenazah yang terkubur di bawah bumi yang mana mereka dahulunya orang yang lebih tinggi kedudukannya dibanding kita. 

Mungkin ini yang bisa kita berikan di BAB 10 ini yaitu kita selalu menghiasi diri kita sifat tawadhu rendah diri dan menjauhkan diri kita dari sifat sombong 

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala belikan kita orang yang menghiasi dirinya dengan Husnul khuluq dengan akhlak yang baik dan orang yang menjauhkan dirinya dari akhlak yang buruk Amin ya robbal alamin Amin 

Soal Evauasi: Mengapa kita tidak boleh sombong?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post