Al Ahkam At Taklifiyyah (Al Haram/Al Muharram 02) 03 (Ushul Fiqih #10)

Al Ahkam At Taklifiyyah (Al Haram/Al Muharram 02) 03

Program Belajar Syariah
Ushul Fiqih #10
Al Ahkam At Taklifiyyah (Al Haram/Al Muharram 02) 03
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


الحمدلله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و اصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين ،أما بعد
Ikhwati fillah a'azzaniyallahu wa iyyaakum
Kita lanjutkan kembali pembahasan usul fiqih, masih dalam pembahasan terakhir kita menjelaskan hukum seseorang dia meninggalkan yang haram tersebut karena tidak mampu tetapi sudah berusaha melakukan sebab-sebab untuk mendekati yang haram tersebut akan tetapi dia belum ditakdirkan untuk bisa melakukan yang haram tersebut. Apakah dia mendapatkan iqab / sanksi dari Allah dan ditulis baginya dosa?jawabannya Iya, dia mendapatkan sanksi dan ditulis sebagainya dosa sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang dua orang yang saling berusaha untuk membunuh kata nabi shalallahu alaihi wasallam : 
ِإذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا، فَالْقَاتِلُ وَالْمَقْتُولُ فِي النَّارِ» ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذَا الْقَاتِلُ، فَمَا بَالُ الْمَقْتُولِ؟ قَالَ: «إِنَّهُ أَرَادَ قَتْلَ صَاحِبِهِ
" jika dua orang muslim bertemu dengan kedua pedang mereka (artinya saling ingin membunuh) maka yang membunuh dan orang yang terbunuh (nantinya) dua-duanya di neraka jahanam. Maka para sahabat bertanya wahai Rasulullah ini yang membunuh jelas dia masuk neraka dan bagaimana yang terbunuh?. Kata Nabi shallallahu alaihi wasallam 'sesungguhnya dia juga (yang terbunuh tadi) berusaha untuk membunuh kawannya (tetapi qadarullah dia yang meninggal)." (HR Bukhari dan Muslim) 

Oleh karena itu seseorang yang akan diberikan ganjaran ketika dia meninggalkan sesuatu yang haram adalah ketika dia meninggalkan dengan niat dan bahwasanya dia ingin merealisasikan apa yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala perintahkan dan bukan karena dia tidak memiliki kesempatan atau dia tidak mampu. Begitu juga seseorang yang melakukan yang haram / terjatuh dalam yang haram dia berhak mendapatkan iqab Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan tetapi tergantung jenis haram yang dia terjatuh pada nyayang mana aqidah ahlussunnah Wal jamaah meyakini bahwasanya siapa-siapa yang jatuh dalam keharaman / jatuh dalam maksiat yang jenis maksiatnya di bawah Syirik maka dia hukumannya sesuai kehendak Allah subhanahu wa ta'ala. Jika Allah menghendaki untuk diazab maka akan diazab. Jika dia diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala maka tidak di iqab / tidak diazab. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala 
إِنَّ ٱللَّهَ لَا یَغۡفِرُ أَن یُشۡرَكَ بِهِۦ وَیَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَ ٰ⁠لِكَ لِمَن یَشَاۤءُۚ وَمَن یُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰۤ إِثۡمًا عَظِیمًا
[Surat An-Nisa' 48] 
"Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mengampuni dosa Syirik dan dia mengampuni segala dosa selain dosa Syirik bagi siapa yang dia kehendaki, barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." 

Akan tetapi jika jenis yang haram tersebut adalah kesyirikan, bentuknya kesyirikan maka dia telah jatuh dalam dosa yang terbesar yang menyebabkan pelakunya masuk neraka dan kekal di dalamnya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala : 
وَمَن یَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَیَتَعَدَّ حُدُودَهُۥ یُدۡخِلۡهُ نَارًا خَـٰلِدࣰا فِیهَا وَلَهُۥ عَذَابࣱ مُّهِین
[Surat An-Nisa' 14] 
"Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah subhanahu wa taala dan rasulNya dan melanggar ketentuan-ketentuan Allah yaitu berbuat Syirik niscaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala akan memasukkannya ke dalam api neraka jahanam sedang ia kekal di dalamnya dan baginya siksa yang menghinakan." 

Semoga bisa dipahami
و صلّى الله على نبينا محمد و اخر دعوانا الحمد لله رب العالمين
Soal Evauasi: Jika seseorang jatuh dalam keharoman yang jenisnya dosa besar, apa sanksi dan konsekwensinya di akherat kelak?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post