Penyusuan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam (Siroh Nabawiyyah #9)

Penyusuan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam

Program Belajar Syariah Ke 1
Siroh Nabawiyyah #9
Penyusuan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد الله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و اصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين، أما بعد
Kita lanjutkan kembali pembahasan as-Siroh an-Nabawiyah. Pembahasan kali ini berkaitan dengan penyusuan nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam. 

Wanita pertama kali yang menyusui nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam setelah ibunda beliau adalah Tsuwaibah, mantan budak Abu lahab yang saat itu juga tengah menyusui putranya yang bernama Masruh yaitu putra Tsuwaibah. Sebelumnya Tsuwaibah ini dia juga telah menyusui Hamzah bin Abdul Muthalib kemudian Abu Salamah bin Abdul Asad al-Makhzumi dan setelah itu menyusui nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Maka mereka semua Hamzah Abu Salamah adalah saudara saudara sepersusuan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. 

Ketika lahirnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam Abu lahab memerdekakan budak nya yaitu Tsuwaibah karena merasa gembira atas kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, hanya saja Abu lahab di kemudian harinya menjadi musuh bebuyutan, menjadi musuh yang paling keras kepada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam tatkala beliau menyampaikan dakwah Islam. 

Kemudian setelah itu Nabi shallallahu alaihi wasallam disusui oleh Halimah as-Sa'diyah. Kita masuk pada bagaimana kisah persesuaian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa Sallam oleh Halimah as-Sa'diyah yang mana menjadi tradisi masyarakat Arab yaitu Arab yang tinggal di kota Makkah untuk mencari wanita-wanita yang bisa menyusui anak-anak mereka di pedalaman yang mana wanita-wanita Ini mengambil anak-anak kecil untuk disusui dan anak-anak mereka ini dibawa ke perkampungan/ pedalaman atau pelosok di antaranya Bani Sa'ad. Kenapa? 

Karena yang pertama untuk menjauhkan mereka dari penyakit yang biasa menjalar di kota Mekkah sehingga mereka terjauhkan dari penyakit-penyakit ini atau virus virus atau penyakit penyakit yang menular yang sering ada di kota Mekkah sehingga mereka ketika dari kecilnya tumbuh di tempat yang bersih di pedalaman di perkampungan maka tubuh mereka akan tumbuh dengan sempurna, dengan kekar dan kuat. 

Kemudian alasan kedua karena agar anak-anak mereka bisa menguasai bahasa Arab dengan fasih karena kalau di Kota Mekah bahasa Arab sudah tercampur karena banyaknya pendatang yang datang dari luar sehingga menjadi solusi agar anak-anak mereka dari kecilnya mampu berbahasa dengan bahasa Arab yang fushah / yang benar / yang sesuai dengan kaidah-kaidah maka dikirim ke perkampungan ke tempat pelosok agar di sana tumbuh besar dengan memiliki bahasa yang bagus. 

Dan qadarollah, pada saat itu Allah mentakdirkan keadaan kampung pedalaman yang bernama Bani Sa'ad tertimpa paceklik atau kekeringan, tidak ada hujan yang turun sehingga tumbuh-tumbuhan dan yang sebagainya kering mati sehingga sejumlah wanita karena mereka membutuhkan uang untuk melanjutkan kehidupan mereka Maka sejumlah wanita dari perkampungan ini datang ke kota Mekah untuk mencari anak-anak susuan. Kemudian ketika sampainya mereka di kota Mekah, nabi ditawarkan kepada mereka semua namun mereka semua enggan untuk mengambil nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam untuk disusui Karena nabi kita shallallahu alaihi wasallam anak yatim yang tidak memiliki Ayah yang mana ayah beliau telah meninggal ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam kandungan. Karena ketika mereka ditawari seorang bayi Mereka bertanya 'mana ayahnya?' ketika dikatakan ayahnya sudah meninggal maka mereka menolak untuk mengambil bayi tersebut karena siapa nanti yang akan membayar atau memberikan uang kepada mereka, sedangkan mereka datang dari perkampungan ke kota Mekkah untuk mencari uang. Sampai semuanya wanita-wanita tersebut sudah mendapatkan bayi susuannya, kecuali satu Halimah as-Sa'diyah. 

Awalnya Halimah as-Sa'diyah ketika ditawari Nabi shalallahu alaihi wasallam, Halimah menolak karena alasan demikian. Tetapi karena Halimah Sa'diyah tidak mendapatkan satupun bayi susuan, maka dengan terpaksa dia kembali ke nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wassalam untuk mengambilnya dari pada pulang tidak membawa apa-apa lebih baik pulang dengan membawa bayi. 

Kemudian setelah itu Halimah Sa'diyah mengambil Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Nama panjang beliau Halimah binti Abu Dhuayb. Setelah itu Halimah Sa'diyah mengambil Nabi Muhammad SAW wassalam menjadi anak susuannya, berkah pun mulai muncul. Diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada Halimah Sa'diyah dan insya Allah kita akan jelaskan apa saja keberkahan yang didapatkan oleh Halimah sadiyah ketika mengambil Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam menjadi anak susuannya sampai Halimah Sa'diyah membawa beliau ke Bani Sa'ad ke perkampungan pemukiman Bani Sa'ad. 

و صلّى الله على نبينا محمد و اخر دعوانا عن الحمدلله رب العالمين
Soal Evauasi: Siapa saja ibu susuan Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post