Referensi dan sumber akidah yang lurus (Ijma’ Salafus Sholih 02) (Aqidah #12)

Ijma’ Salafus Sholih (02)

Program Belajar Syariah ke 1
Aqidah #12
Referensi dan sumber akidah yang lurus
Ijma’ Salafus Sholih (02)
Ustadz Aziz Shodiq


Adapun dalil yang menunjukkan bahwasanya ijma' kaum salaf itu hujjah yang wajib dijadikan rujukan / referensi dalam mengambil Aqidah yang shohih, yang pertama adalah firman Allah subhanahu wa ta'ala dalam surat an-Nisa ayat 115. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : 
()
وَمَن یُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَیَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَیَتَّبِعۡ غَیۡرَ سَبِیلِ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَۖ وَسَاۤءَتۡ مَصِیرًا
" Dan barangsiapa yang menentang Rasul (yaitu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam) setelah jelas kebenaran baginya (itu sunnah sudah jelas baginya) dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (tapi sepahamnya jalan orang-orang mukmin adalah jalan orang yang mengikuti Rasul saat itu yaitu para sahabat) kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya dan akan kami masukkan dia ke dalam neraka jahanam dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali." 

Jadi menentang sunnah Rasul dan menyelisihi kesepakatan jalan orang-orang mukmin setelah Rasulullah yaitu para sahabat mendapatkan ancaman neraka jahannam. Dan ini ada isyarat tentang ijma' sahabat tidak boleh ditentang. Juga sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari sahabat Irbadh bin Sariyah radhiyallahu'anhu , Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika memberikan kabar bahwasanya akan terjadi fitnah di akhir zaman, di akhir dari hadis tersebut beliau mengatakan : 
فمن أدرك ذالك منكم
Barang siapa diantara kalian yang menjumpai zaman itu 
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي
Maka hendakalah ia berpegang teguh, tetap memegang sunnahku 
وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ
Dan sunnah para kholifah Rasyidin yang mendapatkan petunjuk, kholifah Rasyidin adalah Sahabat, secara khusus 4 sahabat, secara umum semua sahabat 
عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
Pegang Sunnah itu kuat kuat dan gigit dengan gigi geraham. 
Menunjukkan jalan para sahabat adalah jalan yg diikuti. 
Knp? 
Karena mereka adalah murid pertama kaum Muslimin pertama, yg menyaksikan Wahyu murid nabi guru mereka adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi Wasallam Wahyu turun kepada mereka dan mereka menyaksikan Wahyu oleh sebab itu jalan mereka adalah jalan yg Ma'sum, secara umum para sahabat secara Umum adalah Ma'sum kesepakatan mereka sehingga wajib diikuti 

Kemudian dalil berikutnya adalah Hadits dari Ibnu Umar radhiallahu Anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : 
إِنَّ اللَّهَ لَا يَجْمَعُ أُمَّتِي عَلَى ضَلَالَةٍ
sesungguhnya Allah tidak menghimpun tidak menjadikan umat ini berkumpul sepakat di atas kesesatan 
وَيَدُ اللَّهِ مَعَ الْجَمَاعَةِ
Dan tangan Allah itu bersama Jama'ah. 

Hadits ini jelas bahwasanya Allah Subhanahu Ta'ala tidak akan menjadikan umat Islam itu sepakat di atas kesesatan dan hadits ini juga ada isyarat ijma' kesepakatan ulama kaum muslimin dalam suatu perkara, entah ulama di mana pun dari penjuru dunia dari ujung dunia ke ujung dunia, mereka bersepakat dalam satu hal tentang agama ini, dan itu tidak mungkin berupa kesesatan. Jadi umat Islam, ulama kaum muslimin tidak mungkin bersepakat di atas kesesatan. dan ini hanya ada di agama Islam ulama mereka bersepakat satu hal atau perkara-perkara agama tapi tidak akan kita jumpai di agama-agama lain Yahudi kah Nasrani kah, Kristen lihat bagaimana mereka apakah ada ijma' di tengah mereka? 
Tidak ada!. 

Maka inilah dalil yang menunjukkan kepada kita bahwasanya ijma' para sahabat ijma' kaum muslimin ulama-ulama Islam kaum salaf terutama ada satu hal yang harus diikuti. 

berdasarkan isyarat ayat maupun hadis Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. 

Dengan demikian kita bisa sebutkan bahwasanya rujukan atau referensi aqidah yang shohih diambil itu ada tiga hal: 

1. Alquran. 
2. Sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi Wasallam. 
3. Ijma' sahabat. 
Terutama tiga kurun setelah Rasulullah SAW berdasarkan sabda Rosulullah shallallahu 'alaihi Wasallam: 

Sebaik-baik manusia adalah yang sejaman denganku, kemudian setelah mereka generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya. 

Sehingga kita bisa pahami bahwasanya sebaik-baik manusia adalah sahabat murid-murid sahabat yaitu: tabiin dan muridnya yaitu tabiut tabi'in. 

Demikian yg bisa kita sampaikan Semoga bermanfaat
وصلا الله وسلام على نبينا محمد وآخر دعوانا عن الحمدلله رب العالمين والله أعلم
Soal Evauasi: Sebutkan sumber atau refrensi aqidah islam yang sudah dipelajari!

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post