Siapakah Nabi & Rasul yang diajak berbicara oleh Allah shubhanahu wata'ala?



Allah shubhanallah wata'ala menjelaskan dalam Alquran cara menurunkan wahyu kepada para Nabi dan RasulNya, diantaranya yaitu dengan;

Berbicara langsung dibalik hijab 

Allah shubhanallah wata'ala berfirman:

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْياً أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولاً فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

"Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana." (QS Asy Syura: 51).

Dan Allah shubhanallah wata'ala mengabarkan juga, bahwasanya berbicara langsung dengan Allah dibalik hijab, suatu kemuliaan dan kedudukan yang sangat tinggi yang diperoleh oleh para
Nabi dan Rasul yang diajak berbicara, Allah berfirman:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ

"Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang (langsung) Allah berfirman dengannya dan sebagian lagi ada yang ditinggikan-Nya beberapa derajat" (Al Baqarah: 253).

Dan diantara para Nabi dan Rasul yang diajak berbicara adalah:

1. Nabi Adam Alaihissalam

Sebagaimana hadist dari abu dzar, beliau bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْأَنْبِيَاءِ كَانَ أَوَّلُ قَالَ آدَمُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَنَبِيٌّ كَانَ قَالَ نَعَمْ نَبِيٌّ مُكَلَّمٌ

"Aku bertanya, "Siapa Nabi yang pertama?" Beliau menjawab, "Adam." Aku bertanya lagi, "Mengapakah beliau wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Seorang Nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah." (HR Ahmad).

2. Nabi Musa Alaihissalam

Sebagaimana firman Allah:

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

"Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung" (QS An-nisa 164), dan dalam ayat yang lain, Allah berfirman:

وَلَمَّا جَاءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ

"Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (berbicara angsung) kepadanya". (QS Al Araf 143).

3. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam

Sebagaimana hadist tentang perjalanan mi'raj nya Beliau ke langit, beliau bersabda:

 فَمَرَرْتُ عَلَى مُوسَى فَقَالَ بِمَا أُمِرْتَ قَالَ أُمِرْتُ بِخَمْسِينَ صَلَاةً كُلَّ يَوْمٍ قَالَ إِنَّ أُمَّتَكَ لَا تَسْتَطِيعُ خَمْسِينَ صَلَاةً كُلَّ يَوْمٍ وَإِنِّي وَاللَّهِ قَدْ جَرَّبْتُ النَّاسَ قَبْلَكَ وَعَالَجْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَشَدَّ الْمُعَالَجَةِ فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ فَرَجَعْتُ فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَوَضَعَ عَنِّي عَشْرًا فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَأُمِرْتُ بِعَشْرِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ فَرَجَعْتُ فَقَالَ مِثْلَهُ فَرَجَعْتُ فَأُمِرْتُ بِخَمْسِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى فَقَالَ بِمَ أُمِرْتَ قُلْتُ أُمِرْتُ بِخَمْسِ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ قَالَ إِنَّ أُمَّتَكَ لَا تَسْتَطِيعُ خَمْسَ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَإِنِّي قَدْ جَرَّبْتُ النَّاسَ قَبْلَكَ وَعَالَجْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَشَدَّ الْمُعَالَجَةِ فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ لِأُمَّتِكَ قَالَ سَأَلْتُ رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ وَلَكِنِّي أَرْضَى وَأُسَلِّمُ

"Aku pun kembali dan lewat di hadapan Musa 'alaihissalam. Musa bertanya, "Apa yang telah diperintahkan kepadamu?". Aku menjawab, "Aku diperintahkan shalat lima puluh kali setiap hari". Musa berkata, "Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima puluh kali shalat dalam sehari, dan aku, demi Allah, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Israil dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan untuk umatmu". Maka aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelumnya, lalu aku kembali dan Allah memberiku keringanan dengan mengurangi sepuluh shalat, lalu aku kembali menemui Musa. Maka Musa berkata sebagaimana yang dikatakan sebelunya. Aku pun kembali, dan aku di perintah dengan sepuluh kali shalat setiap hari. Lalu aku kembali dan Musa kembali berkata seperti sebelumnya. Aku pun kembali, dan akhirnya aku diperintahkan dengan lima kali shalat dalam sehari. Aku kembali kepada Musa dan dia berkata, "Apa yang diperintahkan kepadamu?". Aku jawab, "Aku diperintahkan dengan lima kali shalat dalam sehari". Musa berkata, "Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melaksanakan lima kali shalat dalam sehari, dan sesungguhnya aku, telah mencoba menerapkannya kepada manusia sebelum kamu, dan aku juga telah berusaha keras membenahi Bani Israil dengan sungguh-sungguh. Maka kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan untuk umatmu". Beliau berkata, "Aku telah banyak memohon (keringanan) kepada Rabb-ku hingga aku malu. Tetapi aku telah ridha dan menerimanya" (HR Bukhari).

Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah, berkata:

هذا من أقوى ما استُدل به على أن الله سبحانه وتعالى كلَّم نبيَّه محمَّداً صلى الله عليه وسلم ليلة الإسراء بغير واسطة

"Ini diantara dalil yang sangat kuat, yang menunjukkan bahwasanya Allah berbicara langsung dengan Nabinya Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada malam isra tanpa perantara" (Fathul Bari: 7/216).

Wallahu ta'ala 'alam bissawab.

Disusun oleh: Ustadz Sirajul Yani, M.H.I

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post