Landasan Ahlu Sunnah Wal Jamaah Dalam Penetapan Akidah (Aqidah #13 )

Landasan Ahlu sunnah wal jamaah dalam penetapan akidah

Program Belajar Syariah ke 1
Aqidah #13
Landasan Ahlu Sunnah Wal Jamaah Dalam Penetapan Akidah
Ustadz Aziz Shodiq


بسم الله الرحمن الرحيم الحمدلله رب العالمين وصلاة والسلام على رسول لله ، نبينا محمد وعلى آله وأصحبه وسلام تسليما كثيرا أما بعد
Saudara saudaraku yang dimuliakan Allah subhanallah wa Ta'ala pada rekaman kali ini kita akan membahas tentang landasan Ahlussunnah waljamaah dalam penetapan masalah-masalah keyakinan atau akidah 
Ahlussunnah Wal Jamaah 
Memiliki landasan pondasi atau ushul dalam penetapan mereka terhadap permasalahan akidah keyakinan yang mana pondasi ini atau dasar ini membedakan mereka dengan yang selain mereka dari kelompok-kelompok sesat. 

Di sana ada beberapa poin dasar landasan Ahlussunnah Wal Jamaah dalam menetapkan perkara Aqidah. 

1. Bahwasanya Ahlussunnah Wal Jamaah mereka mengimani tunduk dan mengagungkan semua isi Alquran dan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan mereka beriman kemudian tunduk mengikuti dan mengagungkan isi Alquran, isi hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. 

Berbeda dengan kelompok yang sesat atau kita bisa sebut mereka Ahlul bid'ah orang-orang yang menyuruh kepada kebid'ahan mereka, mereka hanya mengambil sebagian ayat dan meninggalkan sebagian yang lain mereka beriman hanya sebagian Nash Dalil dan Mereka menolak dalil yang lain yang mana dalil tersebut bertentangan dengan keyakinan mereka. 

Hal ini dikarenakan kejahilan mereka dan mungkin karena hawa nafsu mereka yang buruk yang kotor sehingga mereka menolak hal yang sudah jelas kebenarannya baik dalam Alquran ataupun Hadis Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. 

Diantara dalil dari landasan ini atau pondasi dasar ini adalah : firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat al-ahzab : 36 
وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنࣲ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥۤ أَمۡرًا أَن یَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِیَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن یَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلࣰا مُّبِینࣰا
Tidaklah pantas bagi orang mukmin laki-laki dan perempuan ketika Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah tetapkan suatu ketetapan satu urusan kemudian mereka mempunyai pilihan lain sehingga meninggalkan keputusan Allah tersebut dan barangsiapa yang bermaksiat melawan Allah dan rasulnya nya maka dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata" [Surat Al-Ahzab 36] 
Juga firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam surat an-nur ayat 51 Allah berfirman : 
إِنَّمَا كَانَ قَوۡلَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ إِذَا دُعُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِیَحۡكُمَ بَیۡنَهُمۡ أَن یَقُولُوا۟ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۚ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
[Surat An-Nur 51] 
Sesungguhnya ucapan kaum Mukminin Apabila mereka diseru kepada jalan Allah dan Jalan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk ditetapkan suatu perkara yang terjadi di antara mereka mereka mengatakan kami mendengarkan dan kami mendengarkan dan mereka orang-orang yang beruntung. 

Juga dalam firman Allah subhanahu wa taala dalam surat al-hujurat ayat 1 
Allah berfirman: 
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mendahului Allah dan Rasul-Nya, maksudnya mendahului hukum Allah menjauhi ketetapan Allah dan ketetapan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan mengambil hukum yang lain atau pilihan yang lain dari hukum Allah tersebut dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, apa yang kalian ucapkan Maha Mengetahui apa yang kalian lakukan. -Surat Al-Hujurat, Ayat 1 
Demikian pula firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam surat an-nisa ayat 56 
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman: 
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤۡمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيۡنَهُمۡ ثُمَّ لَا يَجِدُواْ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ حَرَجٗا مِّمَّا قَضَيۡتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسۡلِيمٗا
Maka demi Rabbmu, sungguh mereka tidak beriman mereka tidak mencapai keimanan yang sempurna sampai mereka menjadikanmu sebagai hakim terhadap urusan terhadap perkara yang mereka perselisihkan diantara mereka, (sehingga) kemudian tidak mendapati dalam hati mereka merasa beratan keberatan terhadap apa yang kau putusankan dan mereka tunduk dengan setunduk tunduknya. -Surat An-Nisa', Ayat 65 

Menunjukan bahwasanya orang Mukmin Ahlusunnah waljamaah mereka bener bener tunduk dan patuh kepada apa yang telah sohih baik dari alquran maupun dari Hadis Nabi shallallahu Alaihi Wasallam, mereka tidak membantah mereka tidak menolak mereka mengambil semuanya dan memgamalkan semuanya. 

Kemudian pondasi berikutnya atau landasan dasar yang dijadikan Ahlusunnah waljamaah dalam menetapkan perkara perkara Aqidah bahwasanya mereka menggabungkan semua dalil nash dalam satu bab 

Jadi mereka mengumpulkan semua dalil alquran maupun Hadis dalam saru pembahasan yang mereka bahas berkenaan dengan masalah Aqidah dan mereka juga mengamalkan semua dalil tersebut, berdasarkan manhaj atau metode yang sohih cara yang bener, 

berbeda dengan kelompok sesat, mereka menjadikan dalil-dalil tersebut sebuah manhaj bertentangan dengan kandungan atau apa yang diinginkan dari dalil-dalil itu, dan mereka hanya memake atau bersandar dengan 1 dalil saja atau lebih, akan tetapi mereka meninggalkan dalil yang lain yang sohih pada bab tertentu yang kemudian mereka menjadikan dalil ini secara tidak langsung bertentangan dengan keyakinan mereka atau ushul mereka oleh sebab itu mereka mengikuti apa yang Mutasyabih apa yang samar dan mereka meninggalkan hal hal yang jelas yang terdapat dalm dalil-dalil alquran dan Hadis Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. 

Diantara bukti poin ini adalah yang diriwayatkan oleh imam Ahmad 
Dari sahabat Abdullah bin amr bin Ash: suatu hari para sahabat duduk bermudzakaroh akhirnya mereka membahas suatu ayat dan mereka saling membantah saling berkomentar sehingga suara mereka keras mereka saling berbantahan sehingga mereka suaranya mengeras dan Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam pun terdengar suara mereka saat saling berbantahan akhirnya Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam keluar rumah sambil melemparkan debu kearah mereka dan mengatakan: wahai kalian pelan pelan gara-gara inilah umat sebelum kalian itu hancur dibinasakan saling berbantahan dikarenakan mereka menyelisihi Nabi mereka dan mereka menjadikan ayat dalam kitab-kitab mereka itu dijadikan bahan bantahan. 

Dan alquran ini tidak diturunkan untuk saling mendustakan antara satu ayat dengan ayat yang lain dan bahkan ayat alquran di turunkan itu saling membenarkan, antara ayat yang satu dengan ayat yang lain, maka ayat manapun yang kalian ketauhi yang telah jelas hukumnya maka amalkan, dan apa yang kalian tidak pahami dari ayat tersebut maka kembalikan pada yang faham, tanyakan kepada mereka yang faham ayat ini, tanyakan kepada yang faham maksud dari ayat ini, kalo zaman sahabat adalah Rasulullah, kalo zaman kita ya para ahli tafsir. 

Ini menunjukkan bahwasanya Ahlusunnah waljamaah dalam menetapkan perkara Aqidah bolehkah memakai menggabungkan semua dalil yang ada dan mereka menggunakannya mengamalkannya berbeda dengan kelompok-kelompok yang lain mereka hanya mengambil satu ayat dan meninggalkan ayat yang lain dan malah justru apa yang mereka gunakan ayat yang mereka pakai ini bertentangan dengan keyakinan yang mereka yakini atau bertentangan dari dasar aqidah yang mereka telah tetapkan 

Wallahu ta'ala A'lam Bishawab 
Mungkin itu yang bisa kita sampaikan kita lanjutkan pada rekaman yang berikutnya 
وصلى الله وسلام على نبينا محمد والحمدلله رب العالمين
Soal Evauasi: Apa perbedaan antara ahlu sunnah wal jamaah dengan kelompok sesat ketika menggunakan dalil dalam penetapan akidah ?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post