Menjauhi Kemewahan Dunia (Adab Menuntut Ilmu Syar’i #14)

Menjauhi Kemewahan Dunia

Program Belajar Syariah Ke 1
Adab Menuntut Ilmu Syar’i #14
Adab Seorang Pelajar Terhadap Dirinya 08
Menjauhi Kemewahan Dunia
Ustadz Ridwan Febrianto, Lc


Ikhwani fillah azzaniyaAllah wa iyyakum 
Saudara saudariku sesama penuntut Ilmu yang semoga dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala 
Kita akan kembali melanjutkan adab-adab atau akhlak akhlak yang penting dimiliki oleh setiap penuntut ilmu yang mana adab kali ini kita akan membahas bermewah-mewahan dalam kehidupan dunia berlebih-lebihan di dalam mencari kehidupan dunia 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda kepada para sahabatnya 
Menjauhi Kemewahan Dunia 
فَوَاللَّهِ مَا أَخْشَى عَلَيْكُمْ الفَقْرَ ، وَلَكِنْ أَخْشَى عَلَيْكُمْ أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُلْهِيَكُمْ كَمَا أَلْهَتْهُمْ
Sungguh aku tidak takut ke parkiran menimpa kalian artinya Rasulullah tidak takut sahabatnya fakir, lalu apa yang Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam takutkan tetapi yang aku takutkan adalah ketika dunia dibukakan bagi kalian selebar-lebarnya sebagaimana dahulu orang sebelum kalian dibukakan dibukan bagi mereka dunia, lalu kalian berlomba-lomba dalam mencari kehidupan dunia, sebagaimana orang-orang dahulu mereka sibuk berlomba-lomba dalam mencari dunia, kemudian dunia ini akan melalaikan kalian sebagaimana orang terdahulu pun dilalaikan oleh dunia, dan dunia menjadi sebab kehancuran mereka. 

Dan inilah yang dikhawatirkan oleh Rasullulah Shallallahu Alaihi Wasallam, kenapa demikian? 
Karena, fitnah dunia atau ujian ketika kita kaya itu lebih berat dibandingkan kita faqir, miskin dan itu memang terlihat, seseorang kalo dia punya harta pasti setan akan menggoda dia untuk melakukan ini dan itu 

Dia bisa melakukan apa yang dia inginkan, akan tetapi kalo dia faqir maka terbatas kemampuannya untuk bermaksiat lebih terbatas dibandingkan dia kaya, 

Oleh karena itu kalo kita perhatikan dalam Surat attakatsur disebutkan 
Kalo dunia ini yang kita dapatkan ini suatu ketika akan dihisab oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala 

Ikhwani fillah azzaniyallahu waiyyaakum bukannya tidak boleh menikmatidunia!! Rasullulah Shallallahu Alaihi Wasallam menikmati dunia. 

Kata Rasullulah Shallallahu Alaihi Wasallam aku dibuat mencintai dari dunia ini 2 hal artinya Rasullulah mencintai dunia 2 perkara 

1. Mencintai istri istri beliau 
2. Parfum pewangi badan 

Itu yang Rasullulah Shallallahu Alaihi Wasallam cintai 

Dan dijadikan Sholat sebagai penyejuk hatiku, Rasullulah menikmati dunia, Rasullulah menyukai daging kambing, tetapi yang dilarang adalah ketika seorang telalu fokus mencari dunia sehingga dunia diletakan dalam hatinya cintanya tidak lagi kepada Allah dan rasul nya tapi cinta nya adalah dunia 

Tujuan akhirnya bukan meraih akhirat tetapi tujuan akhirnya meraih kehidupan dunia dan ini terlihat! 

banyak dari kita kalo kita kumpul apa yang kita bicarakan? 

Mobil, rumah, harta, emas dsg 
Bahkan para Penuntut Ilmu pun kebanyakan yang dicari adalah ijazah pangkat kedudukan posisi yang cocok posisi yang mapan dan lain sebagainya dan seterusnya dan itu adalah dunia 

Ikhwani fillah 
Manusia diciptakan untuk tujuan jauh lebih agung dari itu 

Dunia suatu ketika akan fana, dunia adalah hina, harta dunia kata Rasullulah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak lebih baik dari pada bangkai kambing, manusia diciptakan untuk suatu tujuan yang agung, untuk beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dan bukan diciptakan untuk dunia tetapi yang terjadi sebaliknya 

Kalo kita perhatikan orang sekitar kita maka akan kita lihat mereka seakan akan diciptakan untuk menjadi budak dunia, dunia adalah tuhan mereka mereka adalah budak dari dunia tersebut 

Wal'iyazubillah 

Maka yang penting difahami dari adap ini adalah jauhi dunia kita memakai dunia seperlunya dan kita menjadikannya sebagai wasilah, sebagai perantara kita meraih syurga Allah Subhanahu wa Ta'ala 

Oleh karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan seharusnya seorang Muslim seorang manusia menjadikan dunia itu sebagaimana dia menaiki himarnya keledainya untuk ditunggangi, seperlu nya saja atau dia masuk kamar mandi untuk membuang hajatnya seperlunya saja ketika dia selesai, sudah selesai, begitu seorang muslim dia jadikan dunia seperlunya saja diambil dari dunia itu seperlunya saja dan dia jadikan sebagai washilah untuk meraih akhirat 

Mungkin ini yang bisa saya sampaikan mohon maaf atas segala kekurangan nya 

Baarakallahu fikum 
Wasallamu'alaikum 

Soal Evauasi: Mengapa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sangat khawatir jika pintu dunia dibuka lebar untuk ummatnya?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi dan memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post