10 Nasehat Penting Di Masa Ujian Sekolah

10 Nasehat Penting Di Masa Ujian Sekolah

10 Nasehat Penting Di Masa Ujian Sekolah

Nasehat ini, kami peruntukkan untuk diri kami pribadi, adik-adik, dan teman-teman sekalian yang masih duduk di bangku sekolah, baik itu yang masih di sekolah dasar maupun yang sudah sekolah tinggi, harapan kami, semoga nasehat ini bermanfaat untuk kita semua di masa-masa belajar dan ujian sekolah. 

Kami awali dengan sebuah hadist yang sangat penting sekali, berkaitan dengan pentingnya waktu harta dan ilmu yang ia peroleh, yang mana ini semua, diantara perkara-perkara yang pertama kali ditanyakan di akhirat kelak, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ
"Kaki Anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya." (HR Tirmidzi). 

Dan Imam Syafi’i –rahimahullah-, pernah berkata, nasehat untuk para penuntut ilmu, beliau berkata: 
أخي لن تنالَ العلمَ إلا بستةٍ سأُنبيكَ عن تفصيلها ببيان
ذكاءٌ وحرصٌ واجتهادٌ وبُلْغةٌ وإرشادُ أستاذٍ وطول زمان
“Saudaraku, engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan 6 perkara, saya akan paparkan rinciannya; Kecerdasan, kesungguhan, keuletan, harta, bimbingan ustadz, dan masa yang lama”. 

Dari hadist dan nasehat imam syafi’i di atas, bahwasanya meraih ilmu, tidak segampang membalikkan telapak tangan, butuh waktu, kesungguhan, keseriusan, kerja keras dan juga harus di amalkan, maka diantara nasehat ketika masa belajar dan masa-masa ujian sekolah: 

Nasehat Pertama: Taqwa, memudahkan segala urusan hamba. 
Tidak ada kata atau nasihat yang paling utama dan berharga, selain nasehat takwa, Allah subhanahu Wa ta'ala berfirman: 
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan memberikan jalan keluar (dari masalahnya)” (QS At Thalaq: 2), kemudian dalam ayat yang lain, Allah berfirman: 
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan menjadikan urusannya mudah” (QS At Thalaq: 4). 

Dalam ayat di atas dijelaskan, bahwasanya dengan Taqwa segala perkara menjadi mudah dan segala rintangan dan kesulitan dapat dilalui dengan mudah. 

Nasehat kedua: Kesuksesan, butuh kesungguhan dan ketekunan
Ketahuilah bahwasanya ilmu, didapatkan dengan belajar dan keunggulan didapatkan dengan bersungguh-sungguh, begitu juga kesuksesan didapatkan dengan terus belajar dan tekun murajaah, dan seseorang akan meraih derajat dan kedudukan yang tinggi dengan kesungguhan dan ketekunan, begitu juga persiapan yang matang sebelum ujian. 

Nasehat ketiga; Tekun Murajaah dan Tawakkal kepada Allah. 
Tekunlah Murajaah, mempersiapkan segala sesuatu sebelum ujian dengan memohon pertolongan hanya kepada Allah semata, dan jauhi kata "nanti, nanti dan nanti..", karena kata "nanti", adalah sebab kegagalan, dan juga jauhilah bergadang sampai larut malam, karena itu menganggu kesehatanmu. 

Nasehat keempat: Keberhasilan, hanya di tangan Allah, maka perbanyaklah meminta kepadaNya. 
Ketahuilah bahwasanya, unggul, sukses, berhasil, hanya dengan izinNya, maka perbanyaklah berdoa dan meminta kemudahan, karena dengan mengenal Allah di saat-saat lapang, niscaya Allah akan mengenalmu dan membantumu di saat-saat susah dan sempit, Allah berfirman: 
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”, (QS Al Baqarah: 186). 

Nasehat kelima: Jauhilah kegelisahan, rasa pesimis dan was-was saat ujian, tapi perbanyaklah dzikir kepada Allah. 
Jauhilah kegelisahan, rasa pesimis dan was-was saat ujian, akan tetapi perbanyaklah dzikir kepada Allah, karena dengannya bisa menghilangkan segala kegelisahan dan was-was, Allah berfirman: 
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS Ar Ra’ad: 28). 

Nasehat keenam: Tenang ketika ujian, mulailah dengan soal yang mudah dan terus berdzikir. 
Bersikap tenanglah ketika membaca soal ujian dan tidak terburu-buru, karena ketenangan dari Allah, mulailah dari soal yang mudah, dan berdzikir lah ketika engkau lupa, dan jika engkau dapati soal yang susah, beristighfarlah kepada Allah, dan terus ulangi doa ini; 
اللهم لا سهلَ إلا ما جعلته سهلاً, وأنت تجعلُ الحزنَ إن شئت سهلاً
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah-, ketika susah memahami suatu masalah, beliau berdoa: 
يا معلّم إبراهيم علِّمني ويا مُفهِّم سليمانَ فهِّمني
"Wahai Allah yang mengajarkan Ibrahim, ajarkan aku, wahai Allah yang memberikan pemahaman kepada Sulaiman, berikanlah pemahaman kepadaku"

Nasehat ketujuh: Kecurangan, perbuatan tercela, akan melenyapkan keberkahan. 
Ketahuilah, bahwa kecurangan adalah perbuatan tercela, yang disebabkan iman yang lemah dan minimnya pemahaman agama, adapun solusinya, yaitu dengan mengingat ancaman atas orang-orang yang curang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:, 
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barangsiapa menipu/curang, maka dia bukan golongan kami." (HR Muslim). 
Dan seseorang yang lulus dari cara yang curang, akan jauh dari keberkahan hidup dan harta, sehingga nantinya akan melahirkan pekerja, pegawai, guru yang tidak profesional dan tidak amanah. 

Nasehat kedelapan: Jauhilah kemalasan, dan berhati-hati memilih teman
Jauhilah teman-teman yang malas dan yang mengajak kepada keburukan dan kecurangan, akan tetapi bertemanlah dengan mereka yang selalu mengajak kepada kebaikan dan kedisiplinan, sebagaimana sebuah syair mengatakan: 
لا تصحبِ الكسلانَ في حالاته كم صالح بفسادِ آخر يفسُدُ
"Janganlah kalian bersama dengan orang yang malas, berapa banyak orang yang baik, rajin awalnya, akan tetapi menjadi rusak disebabkan teman-teman yang malas"

Nasehat ke-sembilan: Keberhasilan akhirat, kunci dari keberhasilan dunia. 
Keberhasilan dalam urusan dunia tergantung keberhasilanmu dalam urusan akhirat, karena siapa saja yang selalu taat kepada rabbnya, dan ia lebih mengutamakan akhiratnya, maka dunia akan datang kepadanya dengan terhina, sebagaimana sabda Nabi shallallhu ‘alaihi wasallam: 
مَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ
"Barangsiapa yang keinginannya hanya kehidupan akhirat maka Allah akan memberi rasa cukup dalam hatinya, menyatukan urusannya yang berserakan dan dunia datang kepadanya tanpa dia cari, dan barangsiapa yang keinginannya hanya kehidupan dunia maka Allah akan jadikan kemiskinan selalu membayang-bayangi di antara kedua matanya, mencerai beraikan urusannya dan dunia tidak akan datang kepadanya kecuali sekedar apa yang telah ditentukan baginya." (HR Tirmidzi). 

Nasehat ke-sepuluh: Bersabar, jika hasil ujian luar dari ekspektasi, dengan mengatakan: “Qaddarallah Wa Masya Fa’al”. 
Ini nasehat terakhir, jika nilai yang engkau dapatkan tidak sesuai dari yang engkau harapkan, maka bersabarlah, dan itu yang terbaik bagimu, dan jangan sekali-kali mengatakan, "seandainya aku begini dan begitu", akan tetapi katakan Qaddarallah, sudah takdir Allah", Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Capailah dengan sungguh-sungguh apa yang berguna bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla dan janganlah kamu menjadi orang yang lemah. Apabila kamu tertimpa suatu kemalangan, maka janganlah kamu mengatakan; 'Seandainya tadi saya berbuat begini dan begitu, niscaya tidak akan menjadi begini dan begitu'. Tetapi katakanlah; 'lni sudah takdir Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan dilaksanakan-Nya. Karena sesungguhnya ungkapan kata 'law' (seandainya) akan membukakan jalan bagi godaan syetan”, (HR Muslim). 
وصلى الله على نبينا محمد وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
By Sirajul Yani, M.H.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post