Adab-Adab Buang Hajat (Apa-apa yang diharamkan 01) (Fiqih Ibadah #17)

Adab-Adab Buang Hajat (Apa-apa yang diharamkan 01)

Program Belajar Syariah ke 1
Fiqih Ibadah #17
Adab-Adab Buang Hajat (Apa-apa yang diharamkan 01)
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول لله وعلى آله وأصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وبعد.
Ikhwani fillah azzaniAllahu waiyyakum 

Setelah kita mempelajari tentang air kemudian bejana maka seseorang sebelun dia berwudhu buang hajad terlebih dahulu maka perlu bagi kita untuk mengetahui istinja dan Istijmar, adab² buang hajad dan adab² yang berkaitan dengan nya 

Istinja adalah membersihkan apa yang keluar dari 2 jalan yaitu qubul dan dubur dengan air 

Adapun Istijmar adalah mengusap apa yang keluar dari 2 jalan dengan sesuatu yang suci sesuatu yang mubah dan membersihkannya seperti batu, tisu dan Semisalnya atau ketika buang hajad menggunakan salah satunya sudah mencukupi, karena hal tersebut dilakukan oleh nabi shallallahu Alaihi Wasallam. 

Sebagimana hadis Anas radhiyAllahu anhu dia berkata: 
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُ الْخَلَاءَ فَأَحْمِلُ أَنَا وَغُلَامٌ نَحْوِي إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً فَيَسْتَنْجِي بِالْمَاءِ
Nabi shallallahu Alaihi Wasallam pernah masuk tempat buang hajad lalu aku dan seorang anak seusiaku membawa wadah kecil dari kulit berisi air dan tongkat pendek lalu beliau beristinja dengan air tersebut".HR Muslim 

Kemudian hadis yang lain yang berkaitan dengan Istijmar dari Aisyah radhiyaAllahu anha Nabi shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: 
إِذَا ذَهَبَ أَحَدُكُمْ لِحَاجَتِهِ فَلْيَسْتَطِبْ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ فَإِنَّهَا تُجْزِئُهُ
Bila salah seorang dari kalian pergi ketempat buang hajad maka hendaknya ia membersihkan diri dengan 3 batu karena ia sudah cukup baginya ". HR Ahmad

Dan menggabungkan keduanya yaitu dengan melakukan istinja dan Istijmar itu lebih utama dan Istijmar tidak boleh kurang dari 3 usapan

Sebagimana Hadis dari salman RadhiyaAllahu anhu beliau berkata :
نهانا نبي صلى الله عليه وسلم أن نستنجي باليمين, أو أن نستنجي بأقل من ثلاثة أحجار, و أن نستنجي برجيع أو عظم" - رواه مسلم
Beliau Nabi shallallahu Alaihi Wasallam telah melarang kami untuk beristinja dengan tangan kanan beristinja kurang dari 3 batu dan beristinja dengan kotoran hewan atau tulang. HR Muslim 

Adapun adab adab dalam buang hajad dalam beristinja dan Istijmar ada beberapa yang perlu kita ketahui: 

1. Apa apa yang diharomkan ketika buang hajad pertama menghadap kibalat atau membelakanginya tanpa penghalang tanpa batas 
Ini sebagaimana hadis Abi Ayyub Al-anshari RadhiyAllahu anhu beliau berkata : Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : 
إذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ غَرِّبُوا قَالَ أَبُو أَيُّوبَ فَقَدِمْنَا الشَّأْمَ فَوَجَدْنَا مَرَاحِيض بُنِيَتْ قِبَلَ الْقِبْلَةِ فَنَنْحَرِفُ وَنَسْتَغْفِرُ اللَّهَ تَعَالَى
Bila kalian datang ketempat buang hajad maka jangan lah kalian menghadap kiblat dan juga jangan membelakanginya akan tetapi menghadap lah ketimur atau kebarat kemudian abu Ayyub berkata : kami datang kesyam lalu kami melihat WC dibangun menghadap kiblat maka kami berpaling dari nya mengadap kearah lain dan memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. HR Bukhari Muslim Tentu Disini lokasi atau posisi madinah berada di utara Kota Mekkah yang mana kiblat ketika berada dikota madinah adalah kearah selatan Nabi shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan saat buang hajad untuk menghadap ketimur atau barat 

Tetapi terdapat Hadis bahwasanya Nabi shallallahu Alaihi Wasallam pernah buang hajad menghadap kesyam dan dan membelakangi kiblat 

Sebagaimana Hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma
رقيت يوما على بيت حفصة ، فرأيت النبي صلى الله عليه وسلم يقضي حاجته مستقبل الشام ، مستدبر الكعبة
Ibnu umar berkata aku pernah menaiki rumah hafsah aku melihat Nabi shallallahu Alaihi Wasallam membuang hajad nya membelakangi kiblat dan menghadap Syam. HR Bukhari Muslim 

Setelah kita mendengar 2 hadis diatas sekilas 2 hadis tersebut bertentangan akan tetapi terdapat hadis yang lain yang menjelaskan maksud dari 2 hadis tersebut 

Yaitu Hadis dari Marwan Al-ashfar beliau berkata :
رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ أَنَاخَ رَاحِلَتَهُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَبُولُ إِلَيْهَا فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَلَيْسَ قَدْ نُهِيَ عَنْ هَذَا قَالَ بَلَى إِنَّمَا نُهِيَ عَنْ ذَلِكَ فِي الْفَضَاءِ فَإِذَا كَانَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ شَيْءٌ يَسْتُرُكَ فَلَا بَأْسَ
Saya pernah melihat Ibnu Umar menderumkan untanya menghadap kiblat, lalu dia duduk dan buang air kecil dalam keadaan menghadapnya, lalu saya bertanya, "Wahai Abu Abdurrahman, bukankah hal ini telah dilarang?" Dia menjawab, "Benar, akan tetapi hal itu dilarang jika dilakukan di tempat terbuka, apabila antara dirimu dan kiblat ada sesuatu yang menutupimu, maka itu tidaklah mengapa." HR Abu Dawud 

Maka sesorang yang buang hajad didalam bangunan tidak mengapa menghadap kiblat atau membelakanginya akan tetapi yang lebih utama adalah tidak melakukannya sekalipun didalam ruangan 

وصلى الله على نبينا محمد وآخر دعوانا عن الحمدلله رب العالمين

Soal Evaluasi: Apa hukum buang hajat menghadap kiblat?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi atau memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post