Keutamaan Membantu Sesama

Keutamaan Membantu Sesama 

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد
Membantu sesama, menolongnya, meringankan bebannya, termasuk diantara pintu kebaikan yang sangat besar, dan memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, yang mana agama Islam datang untuk memperbaiki hubungan hamba dengan Rabbnya dan juga hubungan sesama hamba. 

Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan untuk saling memberikan manfaat kepada sesama, semampu kita, dan bukan hanya kepada sesama manusia, bahkan sesama makhluk Allah subhanahu Wa ta'ala, karena padanya terdapat pahala yang sangat besar, sebagaimana yang akan kita sebutkan hadist-hadistnya, dan membantu sesama termasuk suatu ibadah yang berbuah pahala. 
Keutamaan Membantu Sesama

Kapan berbuah pahala?? 
Ketika bantuan tersebut diniatkan ikhlas karena Allah subhanahu Wa ta'ala, diharapkan darinya Ridho Allah dan pahala yang besar, dan bisa juga diniatkan dengan niat-niat yang lain yang tidak bertentangan dengan keikhlasan, diantaranya, dengan niat memasukkan kegembiraan kepada seorang muslim, ini diantara niat yang terpuji dan juga bisa diniatkan sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmatNya, dan lain sebagainya dari niat-niat mulia. 

Adapun jika bantuan tersebut diniatkan karena kemaslahatan pribadi seperti agar disanjung, dipuji dan semisalnya maka ini akan merusak keikhlasannya, didunia mungkin dia akan mendapatkan apa yang ia niatkan, akan tetapi di akhirat, tidak mendapatkan ganjaran sedikitpun. 

Adapun jika yang dimaksudkan, mendapatkan kemaslahatan pribadi, yaitu pada perkara-perkara yang disyariatkan, yang dianjurkan dan tidak bertolak belakang dengan keikhlasannya, seperti seseorang memaksudkan berjima dengan istrinya agar terjaga kehormatannya dari apa apa yang haram, yaitu dengan dia melampiaskan syahwatnya di tempat yang halal, maka di sini tidak merusak keikhlasannya sedikitpun dan tidak menghalanginya dari mendapatkan ganjaran pahala, bahkan dalam hadis disebutkan; 
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا
"Wahai Rasulullah, jika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah akan mendapatkan pahala?" beliau menjawab: "Bagaimana sekiranya kalian meletakkannya pada sesuatu yang haram, bukankah kalian berdosa? Begitu pun sebaliknya, bila kalian meletakkannya pada tempat yang halal, maka kalian akan mendapatkan pahala." (HR Muslim). 

Dan pada kesempatakan kali ini, kami akan sebutkan beberapa keutamaan membantu sesama, yaitu: 

1. Bentuk dari Ihsan atau kebaikan, Allah subhanahu Wa ta'ala telah berfirman: 
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” (QS Al Baqarah: 195) 
إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِينَ
“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS Al Araf: 56), dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lain. 

2. Allah akan membantunya dan menghilangkan kesusahannya. 
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahasanya Abdullah bin Umar berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzhaliminya dan tidak membiarkannya untuk disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari qiyamat. Dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim maka Allah akan menutup aibnya pada hari qiyamat". (HR Bukhari), Subhanallah, Allahu akbar sungguh besar ganjaran yang didapatkan. 

3. Allah akan memudahkannya dan menolongnya. 
Ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim dari abu Hurairah radhiallahu Anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: 
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
“'Barang siapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim” (HR Muslim). 

4. Terjaga dari hal yang buruk, tempat yang buruk dan akhir hidup yang buruk 
Ini sebagaimana hadits dari abu umamah radhiallahu Anhu berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: 
صنائع المعروف تقي مصارع السوء، وصدقة السر تطفئ غضب الرب، وصلة الرحم تزيد من العمر.
“Yang selalu berbuat kebajikan, maka Allah akan jaga dia dari tempat yang buruk, dan akhir hidup yang buruk, dan sadaqoh tersembunyi, bisa memadamkan kemurkaan Allah, dan menyambung silaturrahmi akan memanjangkan umur” (HR Thobrani). 

5. Menjadi manusia yang paling Allah cintai 
Ini sebagaimana hadits dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata: 
أن رجلاً جاء إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله: أي الناس أحب إلى الله؟ وأي الأعمال أحب إلى الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أحب الناس إلى الله تعالى أنفعهم للناس، وأحب الأعمال إلى الله تعالى سرور تدخله على مسلم
“Bahwasanya seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu berkata: wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling Allah cintai?, dan amalan apakah yang paling Allah cintai?, maka Rasulullah menjawab: Manusia yang paling Allah cintai adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, dan amalan yang paling Allah cintai adalah kegembiraan yang ia berikan kepada muslim lainnya” (HR Ibnu Abi Dunya). 

6. Seperti pahala memerdekakan budak 
Ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan sunan Tirmidzi derajatnya hasan shohih, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dari Al Baraa` bin 'Azib ia berkata; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
وَمَنْ مَنَحَ مَنِيحَةَ لَبَنٍ أَوْ مَنِيحَةَ وَرِقٍ أَوْ هَدَى زُقَاقًا فَهُوَ كَعِتْقِ رَقَبَةٍ
“barangsiapa yang memberi minum dengan air susu atau memberi mata uang dirham atau memberi hadiah berupa jalan yang sempit atau pun bejana, maka seperti membebaskan satu orang budak." (HR Ahmad). 

Sungguh besar dan mulianya kedudukan membantu sesama dalam agama kita, bahkan membantu sesama makhluk juga, coba kita perhatikan hadis berikut ini yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: 
أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِي يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنْ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا.
“Bahwa di suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing, anjing tersebut mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan, maka kemudian wanita tersebut mencopot sepatunya dan memberi minum anjing tersebut. Allah pun kemudian mengampuni dosa-dosa pelacur itu”. (HR Muslim). 

Shubhanallah, dengan bantuan, kebaikan dan belas kasihan pelacurnya ini terhadap hewan tersebut, Allah subhanahu Wa ta'ala mengampuninya, dan memasukkannya ke dalam surga. 

Dan bagaimana jika membantu sesama manusia, kaum muslimin, orang shaleh, saudara-saudara kita, tentu pahala dan ganjarannya lebih besar. 

Semoga Allah shubhanahu wata’ala selalu memberikan kita taufiqNya dalam menjalankan segala yang Allah ridhoi dan menjauhikan dari segala yang dimurkaiNya. 


Oleh: Sirajul Yani


0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post