Pakai Cadar Tradisi Arab atau Ibadah??!!

Pakai Cadar Tradisi Arab atau Ibadah??!!

بسم الله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وبعد
Tentu dalam mengambil suatu pendapat dan berpijak dengannya, harus mengetahui dasarnya, adakah dalilnya?, Validkah dalilnya?, Benarkah metode yang dipakai dalam menyimpulkan hukum dari dalil tersebut? 

Maka seorang muslim harus selektif dalam memilih Prinsip Beragama!, Bukan hanya selektif dalam perkara-perkara dunia!. 

Anjuran cadar dalam Islam, terlihat dalam firman Allah shubhanallah wata'ala: 
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً} [الأحزاب: 59].
"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang".

Dalam ayat di atas, para ulama tafsir menafsirkan, makna dari jilbab, diantara mereka, Syaikh Abdurrahman Assa'dy -rahimahullah-, beliau mengatakan: 
وهن اللاتي يكن فوق الثياب من ملحفة وخمار ورداء ونحوه، أي: يغطين بها، وجوههن وصدورهن
"Segala sesuatu yang di atas pakaian, dari penutup kepada, kerudung dan lainnya, yang dengannya menutupi muka sampai dada" (Tafsir Assa'dy: 1/671). 

Begitu juga dalam tafsir Ibnu Katsir -rahimahullah-, beliau menukilkan suatu riwayat dari Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhu-, beliau menerangkan maksud ayat di atas, beliau mengatakan: 
أَمَرَ اللَّهُ نِسَاءَ الْمُؤْمِنِينَ إذا خرجن من بيوتهن في حَاجَةٍ أَنْ يُغَطِّينَ وُجُوهَهُنَّ مِنْ فَوْقِ رُؤُوسِهِنَّ بِالْجَلَابِيبِ، وَيُبْدِينَ عَيْنًا وَاحِدَةً.
"Allah memerintahkan wanita-wanita mu'minat, jika mereka keluar dari rumah mereka, karena ada keperluan, maka hendaknya mereka menutupi wajah-wajah mereka dari atas kepala dengan jilbab-jilbab, dan yang terlihat hanya matanya" (Tafsir Ibnu Katsir: 6/482). 

Dan banyak sekali penjelasan para ahli tafsir yang menjelaskan tentang anjuran dan disyariatkanya cadar, dan cadar bukanlah suatu tradisi, akan tetapi suatu ibadah yang bisa mendekatkan diri seorang hamba kepada Allah shubhanallah wata'ala. 

Adapun hukum memakai cadar, maka para ulama berselisih, diantara mereka ada yang mewajibkannya sebagaimana yang dipegang dalam madzhab Syafi'i, akan tetapi pendapat yang kuat adalah Sunnah. 

Wallahu ta'ala'alam

Dan diantara kitab yang mengupas hal ini, kitab yang tulis oleh Syaikh Prof Dr Sayyid Abdul Halim Muhammad Husain Rahimahullah, yaitu Kitab: النقاب عبادة لا عادة

Klik: Download

Dalam kitab tersebut, dijelaskan 40 penjelasan ahli tafsir mengenai anjuran cadar, dan pendapat ulama madzhab yang empat dan lain-lain. 

Begitu juga bantahan terhadap mereka yang mengatakan bahwa cadar adalah tradisi Arab dan bukan ibadah. 

Semoga Bermanfaat

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post