Khishol Fitroh (Sifat-Sifat Fitroh) Bersiwak 01 (Fiqih Ibadah #21)

Khishol Fitroh (Sifat-Sifat Fitroh) Bersiwak 01 (Fiqih Ibadah #21)

#

Program Belajar Syariah ke 1
Fiqih Ibadah #21
Khishol Fitroh (Sifat-Sifat Fitroh) Bersiwak 01
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وبعد
Ikhwati fillah 'Azzaniyallahu waiyyaakum 

Alhamdulillah pembahasan yang lalu sudah kita Jelaskan berkaitan dengan hukum dan adab-adab buang hajat. Dan setelah itu setelah, selesai dari buang hajat, kemudian dia mengambil air wudhunya untuk salat dan sebelum mengambil air wudhu, dia terlebih dahulu menggunakan Siwak sebagaimana yang disunnahkan. 

Dan Siwak termasuk khisholul fitro atau sifat-sifat Fitrah yang mana Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan manusia di atasnya. Sebagaimana hadits Ammar bin Yasir radhiallahu anhuma Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam pernah bersabda : 
إِنَّ مِنْ الْفِطْرَةِ أَوْ الْفِطْرَةُ الْمَضْمَضَةُ وَالِاسْتِنْشَاقُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَالسِّوَاكُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَالِاسْتِحْدَادُ وَالِاخْتِتَانُ وَالِانْتِضَاحُ
Termasuk dari fitroh atau fitroh itu adalah kumur-kumur, intinsyak yaitu memasukkan air kedalam hidung dan mengeluarkannya, mencukur kumis, Siwak, memotong kuku, mencuci pangkal, dan sela-sela Jari tangannya, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan, khitan, dan memercikkan air ke arah kemaluan atau membersihkannya". HR Imam Ahmad. 

Oleh karena itu kita akan membahas berkaitan dengan siwak, kemudian khishol fitro atau sifat-sifat Fitrah yang lainnya. 

Makna Siwak adalah : 

Menggunakan ranting kayu, siwak atau yang semisalnya pada gigi atau gusi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang menempel padanya dan menghilangkan bau tak sedap. Siwak ini disunahkan dengan menggunakan ranting basah yang tidak hancur dan tidak melukai mulut karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersiwak dengan menggunakan ranting siwak pohon Arab. Adapun hukum siwak sebagaimana yang telah kita sebutkan, siwak hukumnya Sunnah, disunnahkan di semua waktu, baik ia sedang berpuasa, baik di waktu pagi sore dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan nya secara mutlak tanpa membatasinya dengan waktu-waktu tertentu. Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu alaihi wasallam : 
السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ
Siwak itu adalah pembersih mulut dan mendatangkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Akan tetapi Siwak ditekankan pada waktu-waktu tertentu yaitu pada 6 waktu:

Yang pertama ketika hendak berwudhu sebagaimana hadis Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu Anhu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : 
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ وُضُوءٍ
Seandainya aku tidak kuatir tidak memberatkan umatku maka aku telah perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak berwudhu. ( HR Ahmad ) 

Waktu yang kedua yaitu ketika hendak salat sebagaimana hadis Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ
Sekiranya aku tidak memberatkan umatku maka Aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak salat baik itu ketika salat fardu ataupun salat sunah. 

Yang ketiga ketika bangun dari tidur di waktu malam. Sebagaimana hadits dari Hudzaifah ibn Yaman Beliau berkata : 
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila bangun tidur di malam hari maka beliau menggosok mulutnya dengan siwak. (HR Bukhari dan Muslim) 

Kemudian yang keempat, ketika hendak membaca al-Qur'an. Sebagaimana hadis Ali radhiyallahu'anhu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 

Sesungguhnya seorang hamba jika dia bersiwak kemudian bangun untuk salat maka para malaikat akan berdiri di belakangnya maka mereka akan menyimak bacaannya dan akan mendekat dengannya (HR al-Baihaqi dan al-Bazzar) 

Kemudian yang kelima ketika hendak masuk rumah. Sebagaimana hadis dari ini dari Miqdad ibn Syuraih dari bapaknya, beliau berkata : 
سَأَلْتُ عَائِشَةَ قُلْتُ بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ قَالَتْ بِالسِّوَاكِ
Aku pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu anha, Aku berkata "Dengan apa Nabi shallallahu alaihi wasallam memulai ketika masuk rumahnya?" Maka Aisyah berkata "Dengan bersiwak" (HR Muslim ) 

Kemudian yang terakhir di antara waktu yang ditekankan dalam bersiwak yaitu ketika aroma mulut berubah. Ini sebagaimana hadits Aisyah radhiyallahu anha secara umum Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda : 

Siwak itu adalah pembersih mulut dan mendatangkan ridho Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 

Semoga bisa dipahami

و صلى الله على نبينا محمد و اخر دعوانا عن الحمدلله رب العالمين

Soal Evauasi: Sebutkan dengan singkat, 6 waktu yang ditekankan dalam bersiwak!

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi atau memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post