Makna Whudu dan Keutamaannya 01 (Fiqih Ibadah #23)

Makna Whudu dan Keutamaannya 01 (Fiqih Ibadah #23)

Makna Whudu dan Keutamaannya 01

Program Belajar Syariah ke 1
Fiqih Ibadah #23
Makna Whudu dan Keutamaannya 01
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاه والسلام على رسول الله وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، أمّا بعد.
Ikhwati fillah A'azzaniyallahu waiyyaakum 

Alhamdulillah pada kesempatan kali kita masuk dalam pembahasan Wudhu yang mana sebelumnya sudah kita jelaskan pembahasan yang berkaitan dengan adab-adab atau hukum yang berkaitan dengan buang hajat, karena seseorang setelah buang hajat kemudian dia berwudhu dan sudah kita jelaskan sebelum berwudhu seseorang bersiwak terlebih dahulu kemudian setelah itu berwudhu. 

Wudhu secara bahasa dari kata : al-wadhoah yang berarti keindahan dan kebersihan. 

Menurut syara' wudhu adalah menggunakan air pada 4 anggota badan yaitu wajah, ke 2 tangan , kepala dan ke 2 kaki dengan Tata cara tertentu dalam syari'at dalam rangka beribadah kepada Allah subhanahu wa ta'ala. 

Adapun hukum berwudhu hukumnya wajib bagi orang yang berhadats bila ia hendak melakukan shalat dan apa yang sehukum dengan shalat seperti tawaf dan menyentuh mushaf al-Qur'an. Dalilnya, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta'ala 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
"Wahai orang-orang beriman apabila kalian hendak mendirikan shalat maka basuhlah wajah kalian dan tangan kalian sampai siku dan sapulah kepala kalian dan basuhlah kedua kaki kalian sampai kedua mata kaki" (QS Al-Maidah ayat 6) 

Begitu juga sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam 
لا يقبل الله صلاة من أحدث حتى يتوضأ
"Allah subhanahu wa ta'ala tidak menerima shalat orang yang berhadats sehingga ia berwudhu"

Adapun keutamaan-keutamaan berwudhu : 

Yang pertama, bahwasanya berwudhu setengah dari keimanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 
الطهور شطر الإيمان
" Kesucian itu setengah dari iman dan wudhu termasuk bentuk kesucian "

Kedua, berwudhu bisa menghapuskan dosa-dosa kecil. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 
إِذَا تَوَضَّأَ الْعَبْدُ الْمُسْلِمُ أَوْ الْمُؤْمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنَيْهِ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِنْ يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ فَإِذَا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ الْمَاءِ أَوْ مَعَ آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيًّا مِنْ الذُّنُوبِ
" Apabila seorang Muslim atau mukmin berwudhu lalu membasuh wajahnya maka akan keluar dari wajahnya setiap kesalahan yang dia lihat dengan dua matanya bersamaan dengan air atau bersamaan dengan air tetes akhirnya atau bersama dengan air tetes terakhir. Apabila ia membasuh kedua tangannya, keluar dari kedua tangannya setiap kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya bersamaan dengan air atau bersama dengan air tetes terakhir. Apabila dia membasuh kedua kakinya, keluar setiap kesalahan yang dilakukan kakinya bersamaan dengan air atau bersama dengan air tetes terakhir sehingga dia keluar dalam keadaan bersih dari dosa"

Itu jika dosa besar dilakukan seorang hamba maka dihapuskan dengan bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala. 

Kemudian yang ketiga, diantara keutamaan berwudhu yaitu, dengan berwudhu seorang hamba akan diangkat derajatnya. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : 
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
" Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menghapus kesalahan dan mengangkat derajat? Mereka menjawab ' tentu wahai Rasulullah' beliau bersabda ' menyempurnakan wudhu pada anggota badan yang tidak disukai. Maksudnya menyempurnakan wudhu di musim dingin atau lain sebagainya. Banyak berjalan ke masjid dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat itulah ribath" (HR Muslim) 

Kita cukupkan sampai di sini

و صلى الله على نبينا محمد و اخر دعوانا عن الحمدلله رب العالمين

Soal Evauasi: Sebutkan makna Wudhu menurut syara' dan sebutkan keutamaannya dengan ringkas!

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi atau memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post