Memperhatikan Apa yang di Sampaikan Gurunya (Adab Menuntut Ilmu Syar’i #23)

Memperhatikan Apa yang di Sampaikan Gurunya (Adab Menuntut Ilmu Syar’i #23)

Memperhatikan Apa yang di Sampaikan Gurunya

Program Belajar Syariah Ke 1
Adab Menuntut Ilmu Syar’i #23
Adab Seorang Pelajar Terhadap Gurunya
Memperhatikan Apa yang di Sampaikan Gurunya
Ustadz Agus Eko Wahyono, S.Pd.I


الحمد لله و الصلاة والسلام على رسول الله و على اله و اصحابه و من سار على نهجه إلى يوم القيامة أما بعد
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.

Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala di kesempatan yang mulia ini kita akan melanjutkan kembali pembahasan kita, masih tentang adab-adab seorang penuntut ilmu dan kita masih akan melanjutkan adab seorang penuntut ilmu kepada gurunya, yaitu satu adab pada kesempatan malam hari ini yang akan kita bahas.

Seorang penuntut ilmu harus memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya. Karena semangatnya seorang guru di dalam menyampaikan pelajaran, di dalam menyampaikan nasehat dan ilmu sangat berkaitan dengan semangatnya para murid mendengarkan apa yang disampaikan tersebut.

Maka apabila seorang murid atau para murid mulai tidak memperhatikan apa yang disampaikan oleh gurunya, mulai meremehkan apa yang disampaikan oleh gurunya, mulai untuk bersandar pada dinding atau pada tempat-tempat yang lain, mulai untuk tengak-tengok kanan kiri atau sering lihat jam, maka saat itu seorang guru pun akan mulai berkurang semangatnya di dalam menyampaikan ilmu.

Maka apabila kita ingin seorang guru semangat dalam menyampaikan ilmu, maka seorang murid juga harus semangat di dalam mendengarkan dan menyimak penjelasan dari seorang guru. Disebutkan bahwa al-Khatib al-Baghdadi, beliau pernah berkata :
حق الفائدة أن لا يساق إلا إلى مبتغيها ولا تعرض إلا على الراغب فيها، فإذا رأى المحدث بعض الفتور من المستمع فليسكت فإن بعض الأدباء قال نشاط القائل على قدر المستمع
"Sebuah faedah seharusnya jangan disampaikan kecuali kepada orang yang menginginkannya, dan jangan dipaparkan kecuali kepada orang yang memang menginginkannya, Jadi sebuah faedah / sebuah ilmu, jangan disampaikan kecuali kepada orang yang menginginkannya. Artinya ketika seorang murid itu terlihat tidak ingin mendengarkan, maka seorang guru pasti tidak akan menyampaikan. Kemudian beliau melanjutkan (al-Khatib al-Baghdadi), Dan apabila orang yang berbicara itu melihat/mendapati ada kemalasan dari orang yang mendengar hendaklah ia diam.
Sebagian ahli Sastra ada yang mengatakan :
" Semangatnya orang yang berbicara itu tergantung dengan kadar perhatian orang yang mendengar" Semakin perhatian orang yang mendengar, maka Syaikh atau guru/orang yang berbicara juga akan semangat. Maka kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, ini adab yang sangat penting bagi seorang murid, bahwa dia harus menunjukkan sikap semangat dan memperhatikan, menyimak apa yang disampaikan oleh gurunya karna dengan itulah nantinya seorang guru pun akan bersemangat di dalam menyampaikan ilmunya.

Wallahu Ta'ala a'lam

Soal Evauasi: Kenapa kita harus memperhatikan apa yang di sampaikan oleh guru?

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi atau memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post