Permulaan Kenabian dan Turunnya Wahyu (Siroh Nabawiyyah #23)

Permulaan Kenabian dan Turunnya Wahyu (Siroh Nabawiyyah #23)

Permulaan Kenabian dan Turunnya Wahyu

Program Belajar Syariah Ke 1
Siroh Nabawiyyah #23
Permulaan Kenabian dan Turunnya Wahyu
Ustadz Sirajul Yani, M.H.I


بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وبعد، إخوتي في الله عزني الله وإياكم
Alhamdulillah kita lanjutkan kembali pembahasan as-siroh an-Nabawiyah pembahasan kali ini berkaitan dengan permulaan Nubu'ah atau kenabian, nabi kita shallallahu alaihi wasallam, dan turunnya wahyu di bulan Ramadan pada tahun ke-41 dari kelahiran beliau shallallahu alaihi wasallam ketika beliau Tengah berdiam diri di gua Hiro berdzikir kepada Allah dan beribadah di dalamnya.

Tiba-tiba Nabi shallallahu alaihi wasallam dikejutkan oleh malaikat jibril alaihissalam.Ia membawa nubuwah dan Wahyu disebutkan oleh al-imam an-nawawi dan Ibnul qayyim bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam diutus menjadi nabi dan diturunkan wahyu pertama kali yaitu pada umur beliau genap 40 tahun dan masuk 41 tahun adapun peristiwa permulaan nubuah dan turunnya wahyu.

Sebagaimana riwayat Aisyah radhiyallahu anha yang telah kita sebutkan pada pertumbuhan yang lalu bahasanya, wahyu yang pertama yang diturunkan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tandanya berupa mimpi yang benar di dalam tidurnya beliau tidak bermimpi, selain datang seperti cahaya fajar subuh kemudian timbul pada diri beliau keinginan untuk berkhalwat atau mengasingkan diri.

Kemudian beliau mengasingkan diri di gua Hiro bertahannus di dalamnya yaitu beribadah didalamnya selama beberapa malam sebelum beliau shallallahu alaihi Wa sallam pulang kembali ke keluarganya ke rumah Khadijah, guna mengambil bekal untuk keperluannya beliau kembali ke gua Hiro’.

Sehingga saat datang kepadanya Wahyu beliau shallallahu alaihi wasallam ketika itu berada di bawah Hiro beliau didatangi oleh seorang malaikat, yang kemudian mengatakan kepada beliau اقْرَأْ bacalah, kemudian nabi menjawab: ما أنا بقارئ "aku tidak bisa membaca" kemudian malaikat tersebut memegangku, lalu mendekapku erat-erat dengan kuat.

Kemudian ia melepasku dan berkata lagi " اقْرَأْ" bacalah kemudian aku menjawab lagi " ما أنا بقارئ aku tidak bisa membaca"

Kemudian malaikat tersebut melakukan hal yang sama yaitu memegangku dan mendekapku erat-erat dengan kuat kemudian ia melepas kuku dan terus terjadi hal tersebut selama 3 kali kemudian mereka tersebut melepas beliau dan membaca;
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِی خَلَقَ, خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ٫ ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ، ٱلَّذِی عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ، عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ یَعۡلَمۡ
bacalah dengan nama RobbMu, tuhanmu yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah bacalah Dan RobbMu, Allah yang maha pemurah yang mengajarkan manusia dengan pena dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya surat al-alaq ayat 1-5

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada saat itu pulang dalam keadaan bergetar hatinya dan sangat takut beliau menemui Khadijah binti khuwailid istri Beliau radhiyallahu anha mengatakan " زَمِّلُونِي زَمِّلُونِي selimutilah aku selimutilah aku" .

Maka Khodijah radhiallahu anha pun menyelimuti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam hingga hilang rasa takutnya beliau shallallahu alaihi wasallam kemudian berkata menerangkan apa yang terjadi kepada Khadijah kemudian Beliau berkata
لقد خشيت على نفسي
"sungguh aku benar-benar khawatir atas diriku"

Maka Khadijah radhiallahu anha istri yang baik istri yang salehah menenangkan beliau Dengan mengatakan:
كلا والله لا يخزيك الله ابدا انك لتصل الرحم وتحمل الكل وتكسب المعدوم وتقري الضيف وتعين على نوائب الحق
"Sekali-kali tidak demi Allah, Allah tidak akan menghinakan mu selama-lamanya, engkau orang yang senang menyambung tali silaturahmi, memikul beban orang yang kesusahan, memberikan manusia apa yang tidak mereka miliki, suka menjamu, membela dan membantu kebenaran.

Kemudian Khadijah radhiyallahu anha mengajak nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam pergi menemui waroqoh bin Naufal anak dari Paman Khadijah radhiyallahu anha dia adalah seorang nasrani di zaman jahiliyah dia mampu menulis Alkitab dalam bahasa Ibrani dan juga menulis Injil dalam bahasa Ibrani dan beliau sudah tua dan dalam keadaan buta.

Khadijah berkata kepadanya "Wahai putra pamanku dengarkan cerita dari Putra saudaramu yaitu Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Kemudian waroqoh bin Naufal bertanya kepada beliau shallallahu alaihi wasallam:
"Wahai putra saudaraku Apa yang kau lihat" maka Rasulullah shalaullahu alaihi wasalam menerangkan kejadian yang melihat berkata Waroka;
هَذَا النَّامُوسُ الَّذِي أُنْزِلَ عَلَى مُوسَى لَيْتَنِي فِيهَا جَذَعًا لَيْتَنِي أَكُونُ حَيًّا ذَكَرَ حَرْفًا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَمُخْرِجِيَّ هُمْ قَالَ وَرَقَةُ نَعَمْ لَمْ يَأْتِ رَجُلٌ بِمَا جِئْتَ بِهِ إِلَّا أُوذِيَ وَإِنْ يُدْرِكْنِي يَوْمُكَ حَيًّا أَنْصُرْكَ نَصْرًا مُؤَزَّرًا ثُمَّ لَمْ يَنْشَبْ وَرَقَةُ أَنْ تُوُفِّيَ وَفَتَرَ الْوَحْيُ
Inilah namus yang pernah Allah turunkan kepada Musa, seandainya aku masih kuat nanti dan seandainya aku masih hidup ketika kaum mu mengusirmu!, lantas beliau nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam bertanya benarkah? Apakah mereka akan mengusirku? Waroqoh bin Naufal menjawab "ia ... tidaklah seorang pun yang membawa seperti apa yang kau bawa melainkan dia akan dimusuhi", Kemudian kata waroqoh bin Naufal "seandainya aku masih hidup pada masa itu nanti, aku akan menolongmu dengan pertolongan yang sungguh-sungguh.

Tidak lama berselang setelah pertemuan beliau, Waroqoh bin Naufal meninggal dunia dan Wahyu tertunda beberapa waktu. Hadis ini diriwayatkan oleh al-imam al-bukhari dan imam muslim dan lain sebagainya kita cukupkan sampai disini.

وصلى الله على نبينا محمد واخر دعوانا ان الحمد لله رب العالمين

Soal Evauasi: Ceritakan dengan ringkas Awal Kenabian dan Wahyu apa pertama kali turun!

NB:Dilarang mengubah audio dan isi materi atau memindahkannya tanpa mencantumkan sumber.

0/Post a Comment/Comments

Santun dalam berkomentar, cermin pribadi anda

Previous Post Next Post